Internasional . 09/08/2026, 13:00 WIB
Kebijakan tersebut menunjukkan bagaimana pemerintahan Trump menggunakan tarif sebagai instrumen untuk membentuk kembali rantai pasok industri strategis Amerika Serikat.
Bagi Washington, tujuannya bukan hanya meningkatkan penerimaan dari bea masuk, tetapi juga mendorong perusahaan membangun kapasitas produksi di dalam negeri.
Sementara bagi Beijing, kebijakan ini menjadi tanda bahwa persaingan teknologi dengan Amerika Serikat semakin melebar dari produk akhir menuju bahan mentah dan komponen yang menjadi fondasi industri teknologi.
Keputusan Trump mengenakan tarif 15% terhadap polysilicon memperlihatkan semakin pentingnya penguasaan bahan baku dalam persaingan teknologi global. China memiliki posisi dominan dalam produksi polysilicon, sementara AS berusaha menghidupkan kembali kapasitas produksinya sendiri.
Kebijakan ini sekaligus memperlihatkan bahwa perang teknologi AS-China tidak hanya berkutat pada chip canggih dan kecerdasan buatan. Persaingan telah bergerak hingga ke bahan dasar yang diperlukan untuk memproduksi teknologi tersebut.
Jika tarif dan insentif domestik berhasil mendorong investasi baru, AS berpotensi mengurangi ketergantungannya terhadap China. Namun, dalam jangka pendek, perubahan rantai pasok tersebut juga dapat meningkatkan biaya bagi industri yang masih bergantung pada bahan impor.
Referensi:
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id