Ragam

Periset BRIN Luncurkan Buku Internasional Bahas Agama dan Politik di Asia Tenggara

Buku terbaru Springer mengulas relasi Islam, konflik, dan transformasi politik di Asia Tenggara melalui kajian empat negara.

Periset BRIN Luncurkan Buku Internasional Bahas Agama dan Politik di Asia Tenggara
Buku terbaru Springer mengulas relasi Islam, konflik, dan transformasi politik di Asia Tenggara melalui kajian empat negara.

Bagi BRIN, publikasi ini menjadi salah satu kontribusi untuk memperkuat literatur internasional mengenai Islam di ruang publik Asia Tenggara.

Kolaborasi antara peneliti Indonesia dan mitra internasional menjadi semakin penting ketika kajian mengenai Asia Tenggara terus berkembang. Melalui kerja sama tersebut, penelitian dari Indonesia dapat menjangkau ruang akademik internasional sekaligus memperkaya diskusi mengenai kawasan.

Nuril berharap buku tersebut dapat menjadi referensi bagi berbagai kelompok, mulai dari akademisi, mahasiswa, pembuat kebijakan, hingga masyarakat yang ingin memahami hubungan agama, konflik, dan demokrasi di Asia Tenggara.

Ia juga menilai publikasi tersebut menunjukkan bahwa kerja sama antara peneliti Indonesia dan mitra internasional mampu menghasilkan karya ilmiah yang mendapat pengakuan dari penerbit bereputasi global.

Peluncuran Buku Jadi Ruang Dialog

Tidak berhenti pada penerbitan buku, peluncuran Islam, Conflict, and Political Transformation in Southeast Asia juga menjadi ruang dialog ilmiah.

Seminar dalam rangka peluncuran buku akan mempertemukan akademisi, intelektual, peneliti, serta pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan terkini studi Islam dan politik di Asia Tenggara.

Sejumlah tokoh dijadwalkan hadir dalam seminar tersebut. Mereka antara lain Ketua Umum PBNU K.H. Dr. Yahya Cholil Staquf, intelektual Muslim senior Fachry Ali, Prof. Dr. Dzuriyatun Toyibah, M.A., Dr. Irine Hiraswari Gayatri, M.A., serta James Hoesterey, Ph.D. dari Emory University.

Selain itu, hadir pula Dr. Ahmad Suaedy dari UNUSIA Jakarta dan Peneliti Senior PRW BRIN Dr. Ahmad Helmy Fuady, M.A.

Kehadiran para akademisi dan tokoh tersebut membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai perkembangan studi Islam dan politik di Asia Tenggara. Apalagi, hubungan antara agama, konflik, dan demokrasi menjadi bagian penting dalam memahami perubahan sosial-politik di kawasan.

BRIN Ingin Riset Asia Tenggara Menjangkau Publik Lebih Luas

Melalui seminar dan peluncuran buku tersebut, BRIN berharap hasil penelitian mengenai Asia Tenggara tidak hanya berhenti di lingkungan akademik.

Lembaga tersebut ingin memperluas jangkauan hasil riset agar dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas. Pada saat yang sama, BRIN juga mendorong penguatan kolaborasi riset internasional.

Langkah ini menjadi penting karena penelitian mengenai agama, konflik, dan politik di Asia Tenggara memiliki relevansi bukan hanya bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga bagi pemahaman terhadap dinamika sosial-politik kawasan.

BRIN berharap hasil penelitian berbasis bukti dapat ikut memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan perumusan kebijakan yang responsif terhadap perubahan di Asia Tenggara.

Berita Terkait