Internasional

Iran Bersedia Bahas Selat Hormuz, tapi Pembukaan Jalur Laut Masih Tertahan

Iran dan Oman tengah membahas kemungkinan pengaturan baru untuk menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Oman menyebut pembicaraan dengan Teheran

Iran Bersedia Bahas Selat Hormuz, tapi Pembukaan Jalur Laut Masih Tertahan
Ilustrasi Kapal Tanker di Selat Hormuz, Image: DALL·E 3

Namun, Wakil Presiden AS JD Vance memberikan gambaran yang lebih hati-hati. Ia mengatakan proses negosiasi masih berlangsung dan belum selesai meskipun terdapat perkembangan.

Vance menyebut Amerika Serikat masih menggunakan berbagai instrumen diplomatik, ekonomi, dan militer untuk mencapai hasil yang dianggap menguntungkan bagi negaranya.

Ia juga mengatakan fokus pembicaraan saat ini adalah bagaimana membuat sistem lalu lintas kapal yang memungkinkan kapal melewati kawasan tersebut dengan aman.

Salah satu persoalan yang sebelumnya muncul adalah kemungkinan Iran mengenakan biaya kepada kapal yang melintasi Selat Hormuz. Laporan Reuters sebelumnya menyebut Iran mempertimbangkan tarif sekitar 5 hingga 7 persen dari nilai kargo.

Namun, Vance mengatakan Iran telah menyampaikan kepada Amerika Serikat bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk mengenakan tarif terhadap kapal yang melewati selat tersebut.

Kapal Kembali Menjadi Sasaran Serangan

Upaya diplomatik berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keselamatan kapal di kawasan.

Uni Emirat Arab pada Sabtu mengatakan sebuah kapal tanker yang berafiliasi dengan perusahaan energi milik negara, Adnoc, menjadi sasaran serangan ketika melintasi kawasan tersebut. Kementerian Luar Negeri UEA menyebut kapal tersebut terkena rudal dan tidak ada korban jiwa.

Pada hari yang sama, UK Maritime Trade Operations juga melaporkan sebuah kapal terkena proyektil yang belum diketahui jenisnya di lepas pantai Oman. Insiden tersebut menyebabkan kebakaran yang kemudian berhasil dipadamkan tanpa laporan korban.

Belum diketahui apakah insiden yang dilaporkan otoritas maritim Inggris tersebut merupakan kapal yang sama dengan tanker yang disebut UEA.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa meskipun pembicaraan diplomatik antara Iran dan Oman menunjukkan perkembangan, risiko keamanan di sekitar Selat Hormuz masih menjadi persoalan utama.

Mengapa Selat Hormuz Sangat Penting?

Selat Hormuz memiliki peran strategis dalam perdagangan energi global. Jalur sempit tersebut menjadi penghubung utama bagi kapal yang mengangkut minyak dan gas dari negara-negara produsen di kawasan Teluk menuju pasar internasional.

Gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut dapat meningkatkan biaya pengiriman, memperpanjang waktu perjalanan kapal, serta menimbulkan tekanan terhadap harga energi dunia.

Karena itu, setiap perkembangan mengenai pembukaan atau penutupan Selat Hormuz memiliki dampak yang jauh melampaui kawasan Timur Tengah.

Berita Terkait