Internasional . 09/08/2026, 09:41 WIB
Situasi tersebut membuat hubungan antara FIFA dan UEFA semakin tegang.
Tekanan terhadap Infantino tidak hanya datang dalam bentuk kritik institusional.
Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, pada Jumat secara terbuka menyerukan agar Infantino mengundurkan diri.
Sikap tersebut menunjukkan semakin besarnya ketegangan antara kepemimpinan FIFA dan sejumlah asosiasi sepak bola Eropa.
Meski demikian, oposisi terhadap Infantino belum menjadi gerakan global yang solid.
FIFA masih mendapatkan dukungan kuat dari sejumlah konfederasi dan asosiasi di luar Eropa.
Federasi Sepak Bola Meksiko mengambil sikap berbeda dengan badan regionalnya, Concacaf, dengan menyatakan dukungan terhadap Infantino.
Sikap tersebut sejalan dengan pernyataan Conmebol, badan sepak bola Amerika Selatan.
Conmebol menegaskan bahwa setiap upaya untuk mencopot Infantino harus dilakukan melalui proses pemungutan suara yang melibatkan seluruh 211 anggota FIFA.
Artinya, tekanan dari sejumlah negara Eropa tidak serta-merta dapat mengakhiri masa jabatan Infantino.
Posisi tersebut menjadi penting karena kekuatan politik dalam FIFA tidak hanya ditentukan oleh negara-negara Eropa. Dukungan dari Amerika Selatan, Afrika, Asia, dan kawasan lainnya dapat menjadi faktor penting dalam mempertahankan posisi seorang presiden FIFA.
Dukungan terbesar lainnya datang dari Konfederasi Sepak Bola Afrika atau CAF.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id