Dari Krisis Pangan menuju Swasembada, Indonesia Teguhkan Kemerdekaan dengan Ketahanan Pangan
Dari negara yang dua tahun lalu harus mengimpor sekitar tujuh juta ton beras akibat tekanan El Niño, Indonesia kini berhasil meningkatkan produksi.
Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada capaian tersebut. Menurutnya, berbagai program peningkatan produksi akan terus diperkuat agar swasembada pangan menjadi fondasi yang berkelanjutan sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
"Target kami bukan hanya swasembada. Produksi harus terus meningkat, kesejahteraan petani harus semakin baik, harga pangan tetap stabil, dan Indonesia semakin kokoh sebagai negara yang berdaulat di bidang pangan," tegas Mentan Amran.
Bagi Kementerian Pertanian, ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah meningkatnya kesejahteraan petani.
Karena itu berbagai kebijakan pemerintah diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga harga gabah di tingkat petani, memperbaiki distribusi pupuk, memperluas mekanisasi, mempercepat pembangunan irigasi, hingga memperkuat hilirisasi komoditas pertanian agar nilai tambah lebih banyak dinikmati petani.
Badan Pusat Statistik mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2026 mencapai 127,84, tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Angka tersebut menunjukkan kemampuan ekonomi petani terus menguat, baik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun membiayai usaha taninya.
Bagi Presiden Prabowo Subianto, swasembada pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. Karena itu pembangunan pertanian tidak lagi menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian semata, tetapi melibatkan seluruh kementerian, pemerintah daerah, BUMN, perguruan tinggi, TNI-Polri, penyuluh, hingga jutaan petani di seluruh Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Mentan Amran, arah pembangunan pertanian pun bergeser dari sekadar mengejar produksi menjadi membangun sistem pangan nasional yang tangguh, modern, efisien, dan berkelanjutan. Reformasi dilakukan menyeluruh melalui modernisasi pertanian, optimalisasi lahan, cetak sawah baru, Brigade Pangan, penguatan irigasi, hingga hilirisasi komoditas strategis.
Kemerdekaan kini juga tercermin pada kemampuan bangsa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, menjaga kesejahteraan petani, dan berdiri tegak di tengah ketidakpastian global. Dari sawah-sawah yang kembali produktif hingga cadangan beras yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, Indonesia menunjukkan bahwa kedaulatan pangan bukan sekadar cita-cita, melainkan fondasi baru menuju Indonesia yang semakin kuat, mandiri, dan berdaulat.