Presiden Korea Selatan Tetapkan Gelombang Panas sebagai Bencana Nasional
Korea Selatan tengah menghadapi gelombang panas terburuk dalam sejarah modern setelah suhu di wilayah selatan negara itu mencapai rekor 42,5 derajat Celsius
Di berbagai taman kota, pasar tradisional, hingga halte bus, petugas membagikan botol air dingin secara gratis kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mencegah dehidrasi.
Bandara Menjadi Tempat Berlindung
Gelombang panas juga mengubah fungsi sejumlah bandara di Korea Selatan.
Bandara Internasional Incheon maupun Bandara Gimpo di Seoul menjadi tempat berlindung bagi kelompok rentan seperti lansia dan tunawisma. Dengan fasilitas pendingin udara yang beroperasi sepanjang hari, banyak warga memilih menghabiskan waktu di area terminal dibanding berada di luar ruangan.
Seorang warga yang ditemui The Korea Times mengatakan bandara menjadi tempat yang nyaman untuk beristirahat tanpa harus mengeluarkan biaya.
"Saya datang ke sini bersama teman-teman setiap kali cuaca terlalu panas. Ini tempat yang sempurna untuk beristirahat tanpa mengeluarkan uang."
Aktivitas Publik Dibatalkan
Cuaca ekstrem memaksa pemerintah membatalkan berbagai kegiatan luar ruangan.
Upacara pergantian penjaga di Istana Gyeongbokgung dihentikan sementara mengikuti rekomendasi badan meteorologi nasional.
Organisasi baseball nasional juga membatalkan seluruh pertandingan selama sepekan. Keputusan itu diambil setelah seorang penonton berusia 23 tahun pingsan saat menyaksikan pertandingan di Incheon akibat dehidrasi dan tekanan darah rendah yang dipicu suhu tinggi.
Baca Juga
Aplikasi Penunjuk Jalur Teduh Jadi Viral
Di tengah cuaca panas, sebuah aplikasi buatan mahasiswa bernama Geuneulro ikut menarik perhatian masyarakat.
Aplikasi tersebut menghitung posisi matahari, bayangan gedung, serta pepohonan untuk merekomendasikan jalur pejalan kaki yang paling teduh.
Pengembangnya, Yu Min-jun, mengatakan ia membuat aplikasi tersebut setelah kesulitan berjalan kaki menuju kampus saat cuaca semakin panas.