Gelombang Protes Mahasiswa Guncang Pemerintahan Modi, Anak Muda Kini Berani Melawan
Gelombang protes mahasiswa yang melanda India dalam beberapa pekan terakhir disebut telah mengguncang pemerintahan Perdana Menteri
Wangchuk mendorong reformasi pendidikan yang lebih menekankan pengalaman praktik, kemampuan berpikir, dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri di masa depan.
"Harus ada perencanaan mengenai seperti apa dunia dan negara ini dalam 15 tahun ke depan," ujarnya.
Pemerintah Modi Dinilai Terlambat Merespons
Wangchuk mengatakan pemerintah kehilangan momentum karena dinilai terlalu lama mengambil keputusan terkait tuntutan demonstran.
Menurutnya, keterlambatan tersebut justru memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk membangun solidaritas dan kepercayaan diri sehingga gerakan protes berkembang semakin besar.
Ia juga menilai dampak politik mulai terasa bagi Partai Bharatiya Janata Party (BJP), yang kehilangan dua dari tiga pemilihan sela pekan ini, termasuk satu kursi di negara bagian Bihar yang sebelumnya dikuasai lebih dari tiga dekade.
Masih Percaya Pemerintah Bisa Berubah
Meski melontarkan kritik keras, Wangchuk mengaku masih berharap pemerintah bersedia memperbaiki kebijakan.
Ia mengatakan selalu percaya bahwa para pemimpin dapat menyadari kesalahan dan mengubah pendekatan mereka apabila mendengarkan aspirasi masyarakat.
Jika pemerintah tetap mengabaikan suara publik, Wangchuk memperingatkan bahwa gelombang demonstrasi dapat kembali muncul dengan tuntutan yang lebih luas, tidak hanya terkait dunia pendidikan.
Saat ini Wangchuk telah kembali ke kampung halamannya di Leh, Ladakh. Ia mengaku semakin yakin bahwa aksi tanpa kekerasan seperti mogok makan masih menjadi cara efektif untuk mendorong perubahan, sebagaimana filosofi perjuangan Mahatma Gandhi.
Referensi:
Baca Juga
-
BBC News, "Sonam Wangchuk: Protests weakened Narendra Modi, activist tells BBC after hunger strike"