Internasional

Gelombang Protes Mahasiswa Guncang Pemerintahan Modi, Anak Muda Kini Berani Melawan

Gelombang protes mahasiswa yang melanda India dalam beberapa pekan terakhir disebut telah mengguncang pemerintahan Perdana Menteri

Gelombang Protes Mahasiswa Guncang Pemerintahan Modi, Anak Muda Kini Berani Melawan
Narendra Modi, Image: @narendramodi / Instagram

fin.co.id - Gelombang protes mahasiswa yang melanda India dalam beberapa pekan terakhir disebut telah mengguncang pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi. Penilaian itu disampaikan aktivis pendidikan Sonam Wangchuk, yang mengaku melihat perubahan besar dalam keberanian generasi muda setelah aksi demonstrasi massal yang dipicu skandal kebocoran soal ujian nasional.

Dalam wawancara dengan BBC, Wangchuk mengatakan protes yang dipimpin kalangan muda telah melemahkan posisi politik Modi secara signifikan. Menurutnya, mahasiswa kini merasa memiliki kekuatan untuk mendorong perubahan apabila bersatu menyuarakan tuntutan.

"Kaum muda kini percaya mereka bisa mengubah keadaan jika mereka menginginkannya," kata Wangchuk.

Mogok Makan 26 Hari Picu Gelombang Dukungan

Sonam Wangchuk menjadi salah satu simbol perlawanan setelah melakukan mogok makan selama 26 hari pada Juni hingga Juli. Selama aksi tersebut, ia hanya mengonsumsi garam dan air di tengah suhu panas New Delhi.

Aktivis berusia 59 tahun itu mengaku kehilangan sekitar 11 kilogram berat badan dan sempat dipindahkan secara paksa ke rumah sakit oleh pihak berwenang. Wangchuk menyebut rumah sakit tersebut lebih menyerupai "penjara" karena dirinya tidak bebas beraktivitas selama menjalani perawatan.

Aksi mogok makan itu mendapat perhatian luas dan memicu demonstrasi besar di berbagai wilayah India.

Menteri Pendidikan Mundur Setelah Gelombang Protes

Tekanan publik akhirnya berujung pada mundurnya Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan pada 25 Juli, sehari setelah Wangchuk mengakhiri mogok makannya.

Pemerintah kemudian mengumumkan sejumlah langkah, termasuk pembentukan pengadilan cepat untuk menangani kasus kebocoran soal ujian, menunjuk seorang miliarder teknologi guna memimpin reformasi sistem ujian nasional, serta memberikan kompensasi kepada keluarga pelajar yang meninggal akibat tekanan dari skandal tersebut.

Meski demikian, Wangchuk menilai persoalan yang dihadapi India jauh lebih kompleks daripada sekadar kasus kebocoran soal ujian.

Soroti Krisis Pengangguran Lulusan

Menurut Wangchuk, tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi di India telah bertahan di kisaran 35 hingga 40 persen selama sekitar 25 tahun terakhir.

Ia menilai sistem pendidikan saat ini terlalu berorientasi pada ujian pilihan ganda dan kurang mampu mengukur keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja.

Berita Terkait