Catatan Dahlan Iskan

20 Tahun

Hari ini –tepat 20 tahun yang lalu– saya di antara hidup dan mati. Di bagian lain di bawah tulisan ini ada tulisan Robert Lai untuk mengenang apa yang terjadi hari ini 20 tahun lalu itu.

20 Tahun

Lima hari lalu saya minta dengan sangat agar Robert ke Surabaya. Bersama Dorothi. Saya belum berani menghubungi Melinda dan Alexander Tedja sebelum ada kepastian Robert bisa datang.

Melinda dan Alex, pemilik Pakuwon Group itu, lebih dua minggu meninggalkan bisnis mal-nya untuk tinggal di Tianjin menemani saya. Termasuk menjadi ''tuan rumah'' ketika lebih 50 pengusaha besar Surabaya ke Tianjin menengok saya. Dari Jakarta, Jenderal Hendropriyono juga datang. Presiden SBY menengok lewat zoom.

Kemarin –dua puluh tahun yang lalu– di H -1 Melinda dan Alex ikut tidak tidur. Mereka menunggu kepastian datangnya hati milik anak muda yang meninggal dunia yang akan dipasangkan di tubuh saya. Itulah hati yang akan menggantikan hati saya yang sudah hitam terkena kanker dan sirosis.

Maka saya ingin untuk bisa bereuni di tahun ke 20 peristiwa itu.

Robert tetap tidak bisa datang. Ia tidak mau meninggalkan istrinya sendirian.(Dahlan Iskan)

Berita Terkait