Realisasi Investasi Banten Semester I 2026 Tembus Rp66,3 Triliun, Andra Soni: Bukti Kepercayaan untuk Banten Tetap Tinggi

fin.co.id - 02/08/2026, 18:50 WIB

Realisasi Investasi Banten Semester I 2026 Tembus Rp66,3 Triliun, Andra Soni: Bukti Kepercayaan untuk Banten Tetap Tinggi

Realisasi investasi Banten Semester I 2026 mencapai Rp66,3 triliun, peringkat lima nasional, dan menyerap lebih dari 109 ribu tenaga kerja.

fin.co.id - Gubernur Banten Andra Soni menyambut positif capaian realisasi investasi Provinsi Banten pada Semester I Tahun 2026 yang mencapai Rp66,3 triliun. Capaian tersebut menempatkan Provinsi Banten pada peringkat kelima nasional dalam realisasi investasi gabungan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

Dikatakan Andra Soni, posisi Banten yang secara konsisten berada di jajaran lima besar nasional menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di daerah.

"Kalau saya tidak salah sudah Rp66,3 triliun dan ini masuk lima besar secara nasional. Secara reguler selama beberapa tahun ini kita selalu berada di posisi lima dan empat nasional. Kita berharap target investasi yang diberikan kepada Provinsi Banten tahun ini bisa kita realisasikan," ungkap Andra Soni kepada wartawan di Pendopo Gubernur, KP3B, Kota Serang pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Andra Soni menegaskan, keberhasilan realisasi investasi bukan semata-mata mengejar angka capaian, tetapi yang lebih penting adalah dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.

"Harapan kita tentu dampaknya adalah kepada penyerapan tenaga kerja. Itu yang menjadi tujuan utama dari investasi yang masuk ke Provinsi Banten," katanya.

Selanjutnya, Andra Soni menuturkan kondisi ekonomi global saat ini masih memberikan tantangan terhadap arus investasi. Meski demikian, ia optimistis Banten tetap memiliki daya saing yang kuat sebagai salah satu tujuan investasi utama di Indonesia.

"Dengan kondisi global seperti ini memang kita menghadapi tantangan terkait investasi. Harapan kita semoga situasi global semakin membaik, kemudian kondisi ekonomi Indonesia dan Provinsi Banten juga semakin baik. Tapi yang pasti, Provinsi Banten masih menjadi favorit untuk investasi, baik penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing," imbuhnya.

Pada Semester I 2026, realisasi investasi Banten didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp42,21 triliun, lebih tinggi dibandingkan Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencapai Rp24,05 triliun.

Menurut Andra Soni, dominasi PMDN menunjukkan bahwa para pelaku usaha yang telah berinvestasi di Banten terus melakukan ekspansi dan pengembangan usahanya.

"Dari beberapa tahun terakhir memang PMDN yang paling tinggi. Artinya, pengembangan dari investasi yang sebelumnya telah berlangsung di Provinsi Banten terus berjalan. Ini menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Banten," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, mengatakan capaian tersebut menunjukkan iklim investasi di Banten tetap kondusif dan menjadi bukti tingginya kepercayaan investor terhadap daerah.

"Realisasi investasi pada Semester I 2026 menjadi sinyal positif bahwa Banten masih menjadi salah satu tujuan utama investasi di Indonesia. Kami akan terus memperkuat pelayanan perizinan yang cepat, mudah, transparan, serta memberikan kepastian bagi para pelaku usaha agar target investasi tahun ini dapat tercapai," ujarnya.

Dari total realisasi investasi tersebut, PMDN berkontribusi sebesar Rp42,21 triliun atau sekitar 64 persen, sedangkan PMA mencapai Rp24,05 triliun atau sekitar 36 persen. Realisasi investasi tersebut juga berhasil menyerap 109.165 tenaga kerja, terdiri atas 107.194 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan 1.971 tenaga kerja asing (TKA), dengan total 73.409 proyek investasi.

Virgojanti menuturkan, tingginya penyerapan tenaga kerja menunjukkan bahwa investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.

"Kami ingin memastikan investasi yang masuk benar-benar berkualitas, mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di seluruh wilayah Banten," pungkasnya.

AdminFIN
AdminFIN
Penulis

Penulis FIN.CO.ID