Pramono Pasang Target Besar, Betawi Jadi Identitas Utama Jakarta

fin.co.id - 01/08/2026, 20:27 WIB

Pramono Pasang Target Besar, Betawi Jadi Identitas Utama Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026. Foto: Cahyono

fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan komitmennya menjadikan budaya Betawi sebagai fondasi utama dalam pembangunan Jakarta menuju kota global. Menurutnya, modernisasi ibu kota harus berjalan seiring dengan pelestarian identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat Betawi.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri peringatan Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026.

"Pengarusutamaan budaya Betawi tidak hanya diarahkan pada pelestarian simbol, tetapi juga pada penguatan peran masyarakat dan pewarisan nilai kepada generasi muda,” kata Pramono dikutip Antara.

Ia menekankan, Jakarta tidak boleh kehilangan jati dirinya di tengah proses transformasi menjadi kota global. Menurutnya, masyarakat Betawi memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter Jakarta melalui nilai gotong royong, toleransi, keterbukaan, dan semangat kebangsaan.

“Nilai-nilai luhur inilah yang membentuk Jakarta sebagai kota yang majemuk,” kata Pramono.

Untuk memperkuat eksistensi budaya Betawi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menjalankan sejumlah kebijakan. Di antaranya mewajibkan penggunaan busana adat Betawi dalam kegiatan resmi pemerintahan, memperbanyak ornamen bernuansa Betawi di ruang publik, serta menyusun kelembagaan adat masyarakat Betawi.

Menurut Pramono, berbagai langkah tersebut merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Ia berharap Forum Betawi Rempug terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya Betawi, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap identitas budayanya.

“Jakarta harus terus bergerak maju menuju kota global tanpa pernah kehilangan akar yang menjadi kekuatannya,” kata dia.

Pramono juga menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-25 FBR. Menurutnya, usia seperempat abad menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, menjaga warisan budaya, serta meningkatkan kontribusi organisasi dalam pembangunan Jakarta.

“Kontribusi FBR selama seperempat abad dalam merawat budaya Betawi, memperkuat kebersamaan, dan menjaga kondusivitas kota,” kata dia.

Mengusung tema "Merawat Akar, Merajut Masa Depan", peringatan Milad FBR dinilai selaras dengan arah pembangunan Jakarta. Pramono mengapresiasi pelaksanaan doa lintas iman yang melibatkan perwakilan enam agama sebagai simbol kuatnya toleransi di ibu kota.

“Doa lintas iman yang melibatkan enam agama menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan utama Jakarta. Semangat saling menghormati ini harus terus kita jaga bersama agar kota ini tetap aman, harmonis, dan terbuka bagi siapa saja,” kata dia.

Imam Besar FBR Lutfi Hakim menyebut Milad ke-25 menjadi momen untuk mempertegas komitmen organisasi dalam menjaga kehormatan masyarakat Betawi sekaligus masa depan Jakarta.

Menurut Lutfi, perjalanan FBR selama 25 tahun tidak selalu berjalan mulus. Organisasi itu pernah mendapat apresiasi, namun juga menghadapi berbagai kritik dan kesalahpahaman. Meski demikian, komitmen terhadap Jakarta dan masyarakat Betawi tidak pernah berubah.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID