Indonesia Dinilai Punya Posisi Netral, Prabowo Diminta Presiden Korsel Jembatani Dialog dengan Korut

fin.co.id - 31/07/2026, 22:48 WIB

Indonesia Dinilai Punya Posisi Netral, Prabowo Diminta Presiden Korsel Jembatani Dialog dengan Korut

Presiden Prabowo mengungkap Presiden Korsel meminta Indonesia membantu membuka dialog dengan Korut.

fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Presiden Korea Selatan memintanya membantu membuka jalur dialog dengan Korea Utara. Permintaan tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia yang selama ini konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan non-blok.

Presiden Prabowo menyampaikan hal itu saat menghadiri pertemuan dengan Kadin Pusat dan Daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

"Presiden Korea Selatan, minta kepada saya, bisa nggak saya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog," ujar Prabowo.

Permintaan Disampaikan Saat Kunjungan Kenegaraan

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa permintaan tersebut muncul ketika dirinya melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan. Menanggapi hal itu, ia menyatakan kesediaannya apabila menerima permintaan resmi untuk menjalankan misi diplomatik tersebut.

"Saya bilang, oh saya dengan hormat, dengan rela, kalau diminta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat," katanya.

Indonesia Konsisten Menjaga Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Menurut Presiden Prabowo, kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia tidak terlepas dari sikap negara yang selama ini tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Ia menegaskan bahwa prinsip tersebut terus dijaga sebagai fondasi kebijakan luar negeri Indonesia sehingga berbagai negara dapat menerima Indonesia sebagai mitra yang dipercaya.

"Indonesia dianggap tidak punya kepentingan mau mencampur dalam urusan dalam negeri, negara manapun. Itu yang kita pegang teguh," terang Presiden Prabowo.

Pendekatan Diplomasi Juga Diterapkan dalam Konflik Myanmar

Presiden Prabowo menambahkan bahwa pendekatan serupa juga diterapkan Indonesia saat menyikapi konflik di Myanmar. Berkat sikap yang netral dan tidak memihak, Indonesia tetap dapat diterima oleh berbagai pihak yang terlibat dalam konflik tersebut.

Ia kembali menegaskan bahwa Indonesia akan terus berpegang pada politik luar negeri non-blok (non-aligned) yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa.

Indonesia Tidak Bergabung dengan Blok Militer

Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tidak akan bergabung dengan blok maupun pakta militer mana pun. Sebaliknya, Indonesia memilih membangun hubungan baik dengan seluruh negara.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID