Nasional . 29/07/2026, 21:35 WIB
fin.co.id - Pemerintah Indonesia mengucurkan dana segar guna memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di tanah air. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengonfirmasi bahwa pemerintah siap mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp5,9 triliun untuk menyokong program Magang Nasional (MagangHub) 2026 serta pelatihan vokasi. Langkah ini bertujuan memoles kompetensi sekaligus mendongkrak daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.
"Tadi (program) magang (nasional) kami mendapatkan tambahan dana Rp4,2 triliun, pelatihan vokasi kami mendapatkan tambahan dana Rp1,7 triliun, ya baru bulan lalu," kata Menaker usai pembukaan Pameran Kesempatan Kerja/Job Fair bertajuk AI Career Boost Day 2026 di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Yassierli menegaskan bahwa penguatan program pelatihan vokasi menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun SDM unggul. Melalui peningkatan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri, para pencari kerja siap diserap oleh pasar.
Pemerintah mematok target sebanyak 300.000 peserta untuk mengikuti program pelatihan vokasi yang didukung dana tambahan Rp1,7 triliun tersebut. Kementerian Ketenagakerjaan merancang program ini agar mencakup beragam keterampilan konvensional, mulai dari pengelasan, perbengkelan, reparasi pendingin ruangan (AC), hingga elektronika.
Tak hanya keterampilan konvensional, Kementerian Ketenagakerjaan juga mulai mengembangkan pelatihan berbasis teknologi modern seperti smart operation, smart farming, dan smart building. Durasi pelatihan menyesuaikan dengan jenis kompetensi yang dipelajari, yakni berkisar antara satu hingga dua bulan. Khusus untuk pelatihan pengelasan (welding), program bisa berlangsung hingga enam bulan.
Menaker mengungkapkan bahwa para lulusan pelatihan pengelasan dari balai-balai Kemnaker memiliki prospek karier yang sangat cerah. Bahkan, banyak perusahaan asing yang memburu lulusan welder ini dengan tawaran gaji bernilai fantastis.
Yassierli mengatakan lulusan pelatihan pengelasan dari balai-balai pelatihan Kemnaker memiliki prospek kerja yang tinggi, bahkan telah banyak diminati perusahaan luar negeri dengan kisaran gaji mencapai puluhan juta rupiah per bulan sebagai operator welder.
Sebanyak 42 balai pelatihan milik Kementerian Ketenagakerjaan siap menyelenggarakan program vokasi ini. Kemnaker turut menggandeng balai pelatihan milik pemerintah daerah agar jangkauan layanan semakin luas sehingga masyarakat di berbagai pelosok daerah dapat merasakan manfaatnya.
"Semoga ini membuktikan bahwa pemerintah, Kementerian Ketenagakerjaan, Pak Presiden (Prabowo Subianto) kita ingin membangun SDM yang unggul. Ini (kuota) 300.000 (pelatihan vokasi) coba tanya di negara lain ada nggak juga program pelatihan vokasi untuk 300.000 orang," kata Yassierli.
Menurut Yassierli, penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu kunci menghadapi tantangan ekonomi global sehingga pemerintah terus memperluas akses pelatihan vokasi untuk menciptakan tenaga kerja Indonesia yang semakin kompeten, produktif, dan berdaya saing.
Sementara itu, untuk program Magang Nasional Angkatan II/Tahun 2026, Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan total kuota mencapai 150 ribu peserta. Kemnaker membagi pelaksanaan magang ke dalam tiga tahap, di mana masing-masing tahap menyediakan kuota untuk 50 ribu peserta.
Antusiasme masyarakat terbukti sangat tinggi. Hingga pendaftaran tahap satu resmi ditutup per 28 Juli, tercatat 300 ribu pendaftar bersaing ketat memperebutkan 50 ribu posisi yang tersedia.
Setelah pendaftaran ditutup pada 28 Juli 2026, proses akan dilanjutkan dengan seleksi peserta hingga 5 Agustus 2026.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id