Nasional . 29/07/2026, 22:58 WIB

Gebrakan MBG 2026: Kemenkes dan BGN Targetkan Penataan Ulang Penerima Tepat Sasaran Sebelum 5 Agustus

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Pemerintah bergerak cepat merapikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih tepat sasaran, dengan menargetkan refocusing atau penataan ulang penerima manfaat sebelum 5 Agustus 2026. Langkah ini melibatkan sinergi lintas lembaga dan para pakar kesehatan.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dalam rapat perbaikan tata kelola di Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026, mengatakan Kemenkes dan BGN akan duduk bersama dengan ahli-ahli gizi terkemuka di Indonesia untuk memfokuskan penerima manfaat hingga standar menu MBG berdasarkan penyesuaian tersebut.

"Targetnya ini kita mau refine (menyaring) sekolah mana yang mau dikasih, usia mana, SD-nya di mana, lokasinya di mana, fokusnya ke daerah stunting dan lain sebagainya. Lalu, ibu hamil yang bagaimana, balitanya gimana, itu kita harapkan tanggal 5 Agustus 2026 sudah selesai semua, ahli gizi memberikan masukan ke Kemenkes dan BGN untuk menentukan target," kata Budi.

Penentuan Standar Menu MBG dan Ketegasan Kepala BGN

Selain memetakan profil penerima manfaat, kolaborasi ini berfokus menyusun komposisi nutrisi yang ideal bagi anak-anak maupun kelompok rentan. Ia menegaskan Kemenkes-BGN bersama para ahli gizi juga akan menentukan standar menu MBG yang akan diberikan kepada para penerima manfaat.

Budi optimis pembenahan data dan eksekusi di lapangan berjalan makin lancar.

"Misalnya di satu sisi ini mau kasih kacang, mau kasih susu, mau kasih apa, itu nanti masuk (menjadi bagian penyesuaian). Saya sangat yakin dengan stand-nya Kepala BGN yang baru ini, dia akan cepat membereskan (data) itu dengan tegas. Jadi, berikan kesempatan kita untuk memperbaiki program yang menurut saya sangat penting buat kesehatan ini," ujar dia.

Riset Dampak MBG dan Pengawasan Berkala Lewat Posyandu

Guna memastikan efektivitas program di lapangan, pemerintah melengkapi langkah ini dengan sistem evaluasi berbasis data tunggal. Selain itu, lanjut dia, Kemenkes bersama BGN juga akan menganalisis atau melakukan riset hasil terhadap manfaat MBG yang sudah dirasakan oleh penerima manfaat, termasuk salah satunya melalui kontrol di posyandu dalam rangka menurunkan angka stunting.

Pemantauan tumbuh kembang anak berjalan secara berkala menggunakan data riil pelanggan layanan kesehatan.

"Semua anak yang stunting kita ada by NIK, by name, by address (berdasarkan nama dan alamat) sudah ada, kita tandai dia dapat MBG apa enggak. Kita akan bisa ikuti setiap bulan, karena yang bersangkutan ditimbang di Posyandu. Bener-bener naik enggak? Kalau enggak naik kita tahu, 'oh ini kayaknya diberi karbohidrat semua, padahal anak itu kan butuhnya protein hewani', nah, itu bisa diperbaiki," tuturnya.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id