Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya antara lain:
-
Kapolsek Metro Pademangan
-
Wakapolres Bekasi
-
Kapolres Pekalongan
-
Kapolres Metro Tangerang
-
Kapolres Metro Tangerang Kota
-
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten
-
Wakapolda Riau
-
Kapolda Gorontalo
-
Kapolda Aceh
-
Asisten SDM Kapolri
-
Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam)
-
Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri
-
Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri sejak Agustus 2025
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Wahyu Widada telah menangani berbagai aspek organisasi kepolisian, mulai dari penyidikan, intelijen, pengembangan SDM hingga pengawasan internal.
Pernah Menjabat Kabareskrim hingga Irwasum
Salah satu tonggak penting dalam perjalanan karier Wahyu Widada terjadi pada tahun 2023 ketika dipercaya menjadi Kabaintelkam Polri.
Tak lama kemudian, ia kembali memperoleh kepercayaan menjadi Kabareskrim Polri, salah satu posisi paling strategis dalam institusi kepolisian karena bertanggung jawab terhadap penanganan perkara pidana berskala nasional.
Selanjutnya, pada Agustus 2025, Wahyu dipercaya mengemban jabatan sebagai Irwasum Polri, yang memiliki fungsi utama mengawasi kinerja internal kepolisian agar tetap berjalan sesuai aturan dan prinsip akuntabilitas.
Nama Lain yang Juga Masuk Bursa Calon Kapolri
Selain Komjen Pol Wahyu Widada, sejumlah nama lain juga mulai ramai disebut dalam berbagai diskusi publik sebagai kandidat potensial apabila terjadi pergantian Kapolri.
Beberapa di antaranya adalah:
-
Komjen Pol Dedi Prasetyo (Wakapolri)
-
Komjen Pol Karyoto (Kabaharkam Polri)
-
Komjen Pol Suyudi Ario Seto (Kepala BNN)
-
Irjen Pol Asep Edi Suheri (Kapolda Metro Jaya)
Munculnya nama-nama tersebut menunjukkan bahwa publik mulai memperhatikan regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri. Namun seluruh nama yang beredar masih sebatas pembahasan publik dan belum memiliki dasar keputusan resmi.
Pengamat politik dan militer Selamat Ginting menilai dinamika yang terjadi antara Polri dan Kejaksaan Agung merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang wajar.
Meski demikian, ia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak berkembang menjadi persepsi rivalitas antarlembaga yang justru dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
Menurutnya, situasi tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi mengenai kemungkinan pergantian pimpinan baik di Polri maupun Kejaksaan Agung.