News . 27/07/2026, 15:14 WIB

WHO Ingatkan Bahaya Hepatitis, Jutaan Orang Tidak Sadar Mereka Terinfeksi

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Hepatitis masih menjadi salah satu ancaman kesehatan global yang sering luput dari perhatian. Banyak orang yang hidup bertahun-tahun dengan infeksi hepatitis B atau hepatitis C tanpa menyadari bahwa virus tersebut perlahan merusak organ hati.

Menjelang Hari Hepatitis Sedunia yang diperingati setiap 28 Juli, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengingatkan bahwa jutaan orang di seluruh dunia belum mengetahui status infeksi mereka. Padahal, deteksi dini dapat membuka peluang pengobatan lebih cepat dan mencegah komplikasi serius seperti sirosis maupun kanker hati.

Jutaan Orang Hidup dengan Hepatitis Tanpa Mengetahuinya

Menurut WHO, sekitar 287 juta orang hidup dengan hepatitis B atau hepatitis C pada 2024. Namun, sebagian besar penderita belum pernah menjalani pemeriksaan sehingga tidak mengetahui dirinya telah terinfeksi.

Salah satu penyebab utama kondisi ini adalah hepatitis sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Seseorang dapat merasa sehat selama bertahun-tahun meski virus terus menyerang sel-sel hati.

Ketika gejala mulai muncul, kerusakan hati sering kali sudah memasuki tahap yang lebih serius. Karena itu, WHO menekankan pentingnya pemeriksaan bagi mereka yang memiliki faktor risiko maupun yang belum pernah melakukan tes hepatitis.

Hepatitis Masih Merenggut Banyak Nyawa

Meski ilmu kedokteran telah berkembang pesat, hepatitis masih menjadi penyebab kematian yang tinggi.

WHO mencatat sekitar 1,3 juta orang meninggal akibat hepatitis B dan C sepanjang 2024. Sebagian besar kematian disebabkan oleh komplikasi berupa sirosis hati dan kanker hati yang berkembang setelah infeksi berlangsung dalam waktu lama.

Yang menjadi perhatian, banyak kasus sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi, deteksi dini, hingga pengobatan yang tepat.

Hepatitis B dan Hepatitis C Berbeda

Meski sama-sama menyerang hati, hepatitis B dan hepatitis C memiliki karakteristik yang berbeda.

Hepatitis B disebabkan oleh virus HBV dan dapat dicegah melalui vaksin yang telah digunakan secara luas di berbagai negara. Infeksi dapat bersifat akut maupun kronis. Hingga kini belum ada obat yang benar-benar menghilangkan virus hepatitis B dari tubuh, tetapi terapi yang tersedia mampu mengendalikan infeksi dan mengurangi risiko kerusakan hati.

Sementara itu, hepatitis C disebabkan oleh virus HCV. Berbeda dengan hepatitis B, saat ini hepatitis C dapat disembuhkan menggunakan obat antivirus modern dengan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi apabila didiagnosis sejak dini.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id