Doli Diroasting, Kritik Mengalir di ADK Show

fin.co.id - 27/07/2026, 18:56 WIB

Doli Diroasting, Kritik Mengalir di ADK Show

Politikus senior Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Ketua Umum Partai Golkar periode 1998–2004, Akbar Tandjung, didampingi istrinya Nina Akbar Tandjung. Foto: Istimewa

fin.co.id – Gedung Radio Republik Indonesia (RRI) Pusat di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, dipenuhi ratusan aktivis dari berbagai daerah, Minggu, 26 Juli 2026. Mereka berkumpul dalam acara "Reuni Aktivis in the ADK (Arena Demokrasi dan Kritik) Show" yang diinisiasi politikus senior Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi perayaan ulang tahun ke-55 Ahmad Doli Kurnia yang dikenal sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Acara diawali dengan jamuan makan malam bersama, kemudian dilanjutkan dengan berbagai sesi yang dipandu Mamat Alkatiri dan Eva Purbasari. Sejumlah agenda turut memeriahkan acara, mulai dari roasting, penyampaian testimoni tokoh nasional, peluncuran buku, hingga pertunjukan musik bernuansa kebangsaan.

Ketua Umum Partai Golkar periode 1998–2004, Akbar Tandjung, melalui istrinya Nina Akbar Tandjung, menyampaikan apresiasi atas perjalanan politik Ahmad Doli Kurnia yang dinilai sebagai salah satu kader binaan Akbar Tandjung.

Dalam pesannya, Nina mengingatkan bahwa dunia politik harus dijalani sebagai bentuk pengabdian dengan mengedepankan integritas dan pelayanan kepada masyarakat.

"Demokrasi juga membutuhkan keteraturan, meskipun akhir-akhir ini kita melihat banyak dinamika yang terjadi," ujar Nina.

Ia juga mengingatkan agar setiap komitmen politik yang telah disampaikan kepada masyarakat tidak berhenti sebatas janji.

"Ingat janji-janji politik yang sedang ditunggu rakyat, tunaikan," katanya.

Mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, turut berbagi pengalaman bekerja sama dengan Ahmad Doli Kurnia saat proses penyusunan Undang-Undang Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sementara itu, Guru Besar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro, menggambarkan Ahmad Doli sebagai sosok yang merepresentasikan kader Golkar sekaligus HMI. Meski demikian, ia menyampaikan kritik ringan yang mengundang tawa para tamu.

"Saya melihat Doli kurang punya sense of humor," kata Siti yang disambut tawa para hadirin.

Siti juga berharap Doli semakin aktif menyapa masyarakat hingga tingkat akar rumput serta meningkatkan komunikasi dengan berbagai pihak.

"Termasuk, kalau ada pesan WhatsApp yang masuk mesti segera dibalas," ujarnya.

Aktivis senior Fachry Ali menilai Ahmad Doli Kurnia merupakan salah satu figur yang mampu menjadi pegangan di tengah dinamika politik nasional yang terus berubah.

"Di tengah politik praktis yang terasa seperti teka-teki, publik membutuhkan tonggak yang kuat. Salah satunya adalah Ahmad Doli Kurnia Tandjung," kata Fachry.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID