Internasional . 23/07/2026, 18:58 WIB

Kesepakatan Nuklir AS dan Arab Saudi: Langkah Strategis atau Awal Perlombaan Senjata Atom?

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

"Setiap perjanjian yang akan kita buat dengan negara mana pun di dunia tentang energi nuklir sipil akan memiliki pengamanan untuk memastikan bahwa itu tidak dapat diubah menjadi program senjata," ujar Marco Rubio.

Sama seperti Teheran, Riyadh sejak lama menegaskan hak dasarnya untuk mengembangkan program nuklir sipil. Bahkan pada tahun lalu, Arab Saudi telah menandatangani pakta pertahanan bersama dengan Pakistan—negara tetangga yang sudah memiliki senjata nuklir.

Perebutan Pengaruh Antara AS, Rusia, dan China

Para pakar menilai kesepakatan ini sebenarnya sudah lama dirancang, namun isu pengayaan uranium lokal tetap menjadi kerikil tajam.

Matthew Kroenig dari Atlantic Council sebelum pengumuman resmi sempat menyatakan keprihatinannya:

“Akan menjadi kesalahan jika mengizinkan Arab Saudi memiliki kemampuan untuk melakukan pengayaan. Washington benar untuk memperkuat hubungannya dengan Riyadh, tetapi seharusnya tidak melakukannya dengan mengorbankan standar nonproliferasi senjata nuklir yang efektif,” papar Matthew Kroenig.

Di sisi lain, Paul Dickman selaku Ketua Komite Urusan Eksternal American Nuclear Society optimistis kesepakatan ini tidak akan menciptakan "tantangan proliferasi tambahan". Namun, ia menuntut kepastian pengawasan yang jelas.

"Saya ingin melihat dalam bahasa perjanjian ini bagaimana transparansi itu akan diukur," ujar Paul Dickman kepada AFP.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id