"Para ahli disinformasi menjelaskan bahwa teori konspirasi cenderung berkembang setelah peristiwa sarat emosi, karena teori itu menawarkan penjelasan sederhana untuk fakta-fakta yang kompleks."
"Menurut laporan dari Chequeado, Africa Check, dan Full Fact, narasi semacam itu mengaitkan peristiwa dengan tindakan rahasia kelompok-kelompok yang berkuasa," tulis Merco Press. *