Melalui serangkaian evaluasi ketat tersebut, Herdman bersama staf pelatih menyaring nama-nama yang dinilai paling siap secara fisik dan mental untuk membawa Timnas Indonesia bersaing memperebutkan trofi juara Piala AFF 2026.
Sorotan Publik pada Mitchell Baker dan Rivalitas Regional
Di tengah persiapan intensif dan proses penyaringan pemain, nama Mitchell Baker mendadak menjadi pusat perhatian publik sepak bola Asia Tenggara. Pemain muda berbakat yang sedang merampungkan proses naturalisasi ini menyedot perhatian media asing, termasuk media Vietnam, Soha, yang secara khusus menyoroti potensi ancamannya bagi lini pertahanan lawan.
Media tersebut mempertanyakan langkah John Herdman yang berupaya mempercepat proses adaptasi Baker ke dalam skuad Garuda, mengingat sang pemain sebelumnya menempa kemampuan di level sepak bola universitas. Kendati demikian, kehadiran Baker tidak otomatis menjamin satu tempat di lini depan. Ia wajib membuktikan kapasitas terbaiknya dalam sesi latihan untuk bersaing ketat dengan barisan penyerang lain seperti Rafael Struick, Ramadhan Sananta, dan Jens Raven.
Media Vietnam bahkan mulai membandingkan profil Mitchell Baker dengan penyerang naturalisasi mereka, Nguyen Xuan Son, yang tampil gemilang pada edisi sebelumnya. Perbandingan ini memunculkan ekspektasi publik yang cukup tinggi terhadap kapasitas permainan Baker jika kelak turun mengenakan jersey Garuda.
Baca Juga
Di sisi lain, Timnas Indonesia memilih mengabaikan segala bentuk perang urat saraf dari media luar. John Herdman menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah mematangkan taktik, memperkuat chemistry antar lini, serta memastikan setiap pemain memahami filosofi permainan secara utuh demi mempersembahkan hasil optimal bagi bangsa Indonesia.