Oleh: Dahlan Iskan
Jitu sekali tebakan ''perusuh'' Disway itu: selama di Vladivostok saya memang tinggal di hotel yang ia tebak itu. Bahkan tebakan tarif per malamnya tepat sekali (lihat komentar pilihan kemarin).
"Hotel ini baru diresmikan dua tahun lalu," ujar Anna, manajer di Grand Hotel Vladivostok.
Semua kamar di hotel ini menghadap laut. Itu karena bentuk pantainya yang melengkung. Benar, lokasinya di pusat kota. Berseberangan dengan monumen perang dunia kedua.
Senja pertama di Vladivostok saya berjalan-jalan ke down town: cari pertunjukan. Apa saja. Boleh balet, boleh musik klasik, boleh kabaret.
Yang pertama saya temukan: gedung pertunjukan musik opera.
Saya tidak bertanya berapa harga tiketnya. Saya sodorkan saja beberapa lembar rubel yang ada angka 1.000-nya. Petugas loket hanya ambil satu lembar. Masih pula memberi uang kembali. Saya tidak hitung berapa kembaliannya itu.
Di panggung hanya ada satu piano besar. Lalu muncul dua wanita. Yang satu langsung duduk di bench piano. Satunya lagi berdiri di depan piano. Itulah pertunjukan musik aria. Yang satu menyanyikan lagu aria, satunya lagi main piano. Saya sering menyebutnya nyanyian opera.
Dia hanya menyanyi satu lagu. Tepuk tangan bergemuruh.
Lantas muncul dua wanita lagi. Penyanyi aria dan pemain piano. Menyanyi satu lagu lagi. Setelah itu muncul laki-laki dengan pakaian tuxedo diiringi pemain piano wanita. Ia juga menyanyikan satu lagu aria.
Baca Juga
Begitulah, selama 40 menit, delapan lagu aria dinyanyikan bergantian. Gedung berisi hanya 120 orang itu hampir penuh. Setiap akhir lagu mereka bertepuk tangan.
Di babak kedua piano didorong ke belakang panggung. Lalu muncul lima pemain musik. Yang tiga orang duduk di bagian depan: pemain ''gitar'', ''mandolin'', dan arkodion. Kata ''gitar'' saya beri tanda petik karena kecil sekali. Seukuran biola. Bodi gitarnya segi tiga.
Ada satu orang berdiri di belakang: pegang ''bas'' setinggi orangnya. Kata ''bas'' juga pakai tanda kutip karena bodinya juga segitiga –tidak seperti bas akustik biasa.
Lagu pertamanya instrumental: jelaslah ini musik rakyat Rusia. Lalu muncul penyanyi wanita dengan pakaian adat Rusia. Dia menyanyikan lima lagu. Tanpa gaya. Itulah pertunjukan musik balalaika. Nama ini diambil dari nama alat musik yang bentuknya segi tiga tadi. Yang kecil disebut balalaika. Yang besar disebut basbalalaika.
Mereka sedang memeragakan balalaika ensemble.