Nasional . 21/07/2026, 22:46 WIB

Anggaran Program MBG Berpotensi Turun hingga Puluhan Triliun! Ini Alasannya

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.idPemerintah memberi sinyal kuat mengenai peluang penurunan kebutuhan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa langkah perbaikan manajemen di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) serta pembenahan data penerima berpotensi memangkas total alokasi dana belanja program tersebut.

"Ada kemungkinan setelah proses perbaikan di manajemen atau di pimpinan Badan Gizi Nasional dan setelah ada proses validasi data, ada kemungkinan akan terjadi penurunan kebutuhan anggaran MBG," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

Prasetyo menegaskan bahwa kalkulasi ini sejalan dengan pandangan yang telah disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Ia menjelaskan, pembenahan tata kelola organisasi serta validasi ulang sasaran penerima manfaat bakal menghasilkan angka kebutuhan dana yang jauh lebih presisi. Dengan demikian, alokasi biaya akhir untuk program MBG bisa bernilai lebih efisien jika dibandingkan dengan estimasi awal.

Kementerian Keuangan dan BGN Kaji Ulang Strategi Anggaran

Di tempat terpisah, Menkeu Purbaya menyatakan bahwa pemerintah tengah mengukur ulang skema pendanaan program MBG untuk tahun berjalan, termasuk opsi penyesuaian batas anggaran.

Usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026, Purbaya mengaku belum dapat mengumumkan nominal pasti penyesuaian tersebut.

Pihaknya berencana menggelar pertemuan khusus dengan Kepala BGN Nanik S. Deyang guna menyelaraskan eksekusi program di lapangan.

"Saya mau ketemu (Kepala BGN) minggu-minggu ini, mau lihat seperti apa akhirnya strateginya dia untuk tahun ini. Tapi, yang jelas kemungkinan ada penurunan," kata Purbaya.

Ia menggarisbawahi bahwa perincian besaran penurunan anggaran beserta pertimbangan mendasar di baliknya baru akan terbuka usai koordinasi lintas kementerian tersebut rampung.

Wacana rasionalisasi dana ini sendiri bergulir seiring evaluasi berkala atas efektivitas belanja negara. Pemerintah menjamin penetapan anggaran final baru keluar setelah pembahasan intensif bersama BGN selesai.

Potensi Efisiensi Anggaran Capai Puluhan Triliun

Secara terpisah, pihak internal BGN memberikan gambaran awal terkait potensi efisiensi ini. Berdasarkan penetapan APBN, plafon awal program MBG berada di angka Rp268 triliun. Namun, perbaikan tata kelola yang tengah berlangsung berpotensi memangkas nilai tersebut.

Sekretaris Utama BGN Lili Khamiliyah membeberkan bahwa angka anggaran dapat menyusut hingga Rp229 triliun seiring proses efisiensi yang bakal berjalan sepanjang satu bulan ke depan.

"Untuk sementara 2026 ini kan kita juga sudah ada efisiensi anggaran, dari Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun," kata Lili dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Selasa.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id