Ragam . 20/07/2026, 18:34 WIB

Presiden Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Delapan Komoditas Pangan

Penulis : FIN
Editor : FIN

fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi fondasi utama pembangunan nasional. Di tengah gejolak global, Indonesia berhasil mencatat berbagai capaian strategis, mulai dari swasembada delapan komoditas pangan, cadangan beras pemerintah tertinggi sepanjang sejarah, hingga Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai level tertinggi sejak Indonesia merdeka.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026. Presiden menegaskan bahwa ukuran utama keberhasilan sebuah negara adalah kemampuannya menyediakan pangan bagi rakyatnya.

"Setiap negara, setiap perekonomian itu pasti diukur. Kita bertanya, apakah bangsa itu bisa memberi pangan, memberi makan untuk rakyatnya. Itu yang paling mendasar. Untuk apa kita merdeka kalau kita tidak bisa memberi yang paling dasar dari sebuah peradaban, yaitu pangan," ujar Presiden.

Menurut Presiden, tidak ada peradaban yang mampu bertahan tanpa ketahanan pangan. Karena itu, pemerintah menempatkan pembangunan pertanian sebagai prioritas utama melalui penyediaan lahan produktif, pengelolaan air, kebijakan yang berpihak kepada petani, serta ketersediaan pupuk yang terjangkau.

"Kita bertanya sekarang, apakah harga pangan terkendali, apakah pupuk tersedia untuk rakyat, untuk petani, dan dengan harga yang terjangkau. Itulah yang terus kita kerjakan," katanya.

Presiden menyampaikan bahwa berbagai kebijakan yang dijalankan Kabinet Merah Putih telah membuahkan hasil nyata.

"Tadi saya sudah sebut, kita sudah swasembada delapan komoditas pangan. Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI. Nilai Tukar Petani kita tertinggi selama sejarah NKRI," tegas Presiden.

Presiden menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia mampu memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah kondisi dunia yang menghadapi ancaman krisis pangan akibat konflik dan perubahan iklim.

"Dunia sedang perang. Banyak negara risau dan panik menghadapi masalah pangan. Kita sudah lebih dahulu memperkuat ketahanan pangan kita," ujarnya.

Presiden juga menegaskan bahwa seluruh kebijakan pemerintah berlandaskan amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33, yang menempatkan pengelolaan sumber daya alam sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menurut Presiden, kekuatan ekonomi nasional harus diwujudkan melalui keberpihakan kepada rakyat, termasuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses terhadap pangan yang cukup, bergizi, dan terjangkau.

Selain memperkuat produksi pangan, pemerintah juga terus menjalankan program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi kemiskinan dan stunting.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh takut membangun kekuatan sendiri, termasuk dalam mewujudkan kemandirian pangan dan energi.

"Kita percaya kepada kekuatan kita sendiri. Kita percaya kepada hal-hal yang mendasar. PBB pun telah mengingatkan bahwa tantangan terbesar dunia adalah pangan, energi, dan air. Karena itu tidak boleh ada rakyat Indonesia yang lapar," tegas Presiden.

Presiden pun mengajak seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk terus bekerja lebih keras, menjaga momentum capaian sektor pertanian, serta belajar dari berbagai negara yang berhasil membangun ketahanan pangan, agar Indonesia semakin kokoh sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan mampu menjamin kesejahteraan seluruh rakyatnya.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id