Menanggapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), Ferry menilai kehadirannya sangat membantu pekerjaan yang bersifat teknis. Namun, ia meyakini AI tidak akan mampu menggantikan sentuhan rasa dan ekspresi manusia dalam menghasilkan sebuah karya.
"Kalau buat saya AI akan sangat membantu dalam konteks yang fungsional. Tapi dalam konteks ekspresi, enggak bisa, karena AI itu mesin, dia enggak punya perasaan. Yang punya perasaan kan kita," pungkasnya.