Sport . 20/07/2026, 12:30 WIB
Menariknya, rekor Italia tersebut justru berakhir ketika dikalahkan Spanyol di UEFA Nations League 2021.
Kesuksesan Spanyol juga dibangun oleh perpaduan pemain muda dan senior.
Lamine Yamal dan Pau Cubarsi yang sama-sama berusia 19 tahun menjadi pemain remaja keempat dan kelima yang tampil di final Piala Dunia sekaligus keluar sebagai juara.
Sebelumnya, hanya Pele pada 1958, Giuseppe Bergomi pada 1982, dan Kylian Mbappe pada 2018 yang mampu melakukan pencapaian serupa.
Hal ini menunjukkan regenerasi Spanyol berjalan sangat baik, bahkan pemain muda mereka sudah mampu menjadi aktor utama di panggung terbesar sepak bola dunia.
Keberhasilan Spanyol juga mengantar Luis de la Fuente mencatat sejarah pribadi.
Pada usia 65 tahun 28 hari, ia resmi menjadi pelatih tertua yang pernah menjuarai Piala Dunia.
Ia melampaui rekor sebelumnya yang dipegang sesama pelatih Spanyol, Vicente del Bosque, ketika membawa La Roja menjadi juara dunia 2010 pada usia 59 tahun 220 hari.
Di balik kekalahan Argentina, Lionel Messi tetap mencatat sejarah.
Kapten Albiceleste menjadi pemain outfield tertua yang tampil di final Piala Dunia pada usia 39 tahun 25 hari, melewati rekor Gunnar Gren dari Swedia yang bertahan sejak 1958.
Messi juga menjadi pemain kedua dalam sejarah yang tampil di tiga final Piala Dunia, menyamai legenda Brasil, Cafu.
Namun, seluruh pencapaian individu tersebut gagal mengubah hasil akhir. Spanyol tampil jauh lebih solid sebagai sebuah tim dan berhasil membuat Messi tak mampu membawa Argentina mempertahankan gelar juara dunia.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id