Internasional . 19/07/2026, 16:07 WIB
fin.co.id — Amerika Serikat baru saja merampungkan serangan udara malam ke delapan berturut-turut ke wilayah Iran. Langkah agresif Washington ini menyusul pengumuman resmi bahwa dua personel militer AS tewas di Yordania dan satu anggota lainnya hilang akibat serangan fatal pihak Iran.
Ketegangan antara pihak Washington dan Teheran semakin meruncing semenjak kesepakatan gencatan senjata sementara, yang mereka tandatkan tangani sebulan lalu, resmi runtuh pada pekan lalu. Kondisi genting ini memperbesar peluang kembalinya perang terbuka secara menyeluruh di kawasan Timur Tengah.
Komando Pusat AS mengonfirmasi lewat pernyataan resmi bahwa serangan udara berskala besar ini bermula tepat pukul 18.00 ET (2200 GMT) pada Sabtu, 18 Juli 2026. Operasi militer tersebut berjalan langsung atas perintah Presiden Donald Trump.
“Serangan tersebut dirancang untuk lebih melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz dan dengan cepat menghukum pasukan Korps Garda Revolusi Islam yang melancarkan serangan terhadap anggota militer Amerika di Yordania tadi malam,” tulis rilis resmi Komando Pusat AS.
Pihak Komando Pusat kemudian memastikan bahwa mereka telah menyelesaikan seluruh gelombang gempuran tersebut. Operasi strategis ini berhasil menghantam fasilitas pengawasan pantai serta sistem pertahanan udara milik militer Iran.
Kantor berita Iran, Mehr, mengabarkan bahwa pasukan AS melancarkan serangan di area dekat Sirik, Iran selatan. Media tersebut juga menambahkan informasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang fatal di lokasi tersebut. Sementara itu, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa militer AS membidik sejumlah titik penting di dekat Shadegan, wilayah yang berada di dekat perbatasan Irak.
Pasca-operasi tersebut, tentara Iran langsung membalas dengan meluncurkan serangan drone yang menyasar wilayah Kuwait. Aksi balasan ini menjadi bagian dari rangkaian serangan sistematis Iran terhadap aset penting dan sekutu strategis AS di kawasan Teluk sejak pekan lalu.
Komando Pusat menjelaskan lebih rinci bahwa dua kasus kematian prajurit tersebut terjadi pada hari Jumat, sedangkan satu anggota militer ketiga masih berstatus hilang dalam pertempuran. Pengumuman terbaru ini otomatis mendongkrak total korban jiwa dari pihak militer AS menjadi 16 orang sejak perang bergejolak, dengan korban luka kini melampaui 420 personel.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memberikan tanggapan tegas melalui unggahan di platform X: “Pengorbanan mereka hanya memperkuat tekad kita.”
Di sisi lain, militer Iran terus melontarkan serangan ke beberapa negara Teluk dan Yordania pada hari Sabtu. Langkah ofensif Teheran ini mencuat setelah rentetan gempuran udara AS yang merusak fasilitas jembatan, jaringan listrik, dan infrastruktur krusial Iran lainnya.
Pada hari Sabtu, wilayah Kuwait menerima gempuran udara secara konstan. Angkatan bersenjata Kuwait menyatakan bahwa sistem pertahanan mereka berhasil mencegat rudal balistik serta drone yang dikirim oleh Iran. Meski demikian, beberapa petugas pemadam kebakaran beserta pekerja di sektor minyak mengalami luka-luka saat berupaya menangani dampak serangan.
Kuwait Petroleum Corporation kemudian mengonfirmasi lewat kantor berita negara bahwa salah satu fasilitas pemrosesan minyak miliknya mengalami hantaman keras dalam "serangan berulang Iran." Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang sangat signifikan serta menimbulkan beberapa korban luka.
Tidak hanya Kuwait, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mengarahkan proyektil dan membidik salah satu lokasi strategis di Bahrain.
Saluran televisi pemerintah Iran mengklaim bahwa unit tempur IRGC sukses menghancurkan minimal dua pesawat tempur milik AS serta tiga armada pesawat lainnya. Kehancuran armada ini terjadi akibat terjangan rudal dan serangan drone pada Sabtu pagi di pangkalan militer AS yang terletak di Al Azraq, Yordania. Namun, pihak Reuters menyatakan belum bisa memverifikasi laporan klaim tersebut secara independen.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id