Pendidikan . 19/07/2026, 18:39 WIB

Ada Sekolah yang Hanya Dapat 3 Murid Baru, Disdik Semarang Evaluasi Penyebab SD Negeri Sepi Peminat

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Dinas Pendidikan Kota Semarang langsung bergerak cepat mengevaluasi penyebab sejumlah sekolah dasar (SD) negeri yang kekurangan siswa pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini. Fenomena minimnya pendaftar ini menjadi sorotan tajam setelah beberapa sekolah mencatat angka kehadiran murid baru yang sangat rendah.

Kepala Disdik Kota Semarang, M Ahsan, menjelaskan bahwa faktor yang melatarbelakangi masalah ini cenderung kompleks dan bervariasi.

Potret Buram PPDB: Sekolah Negeri Minim Pendaftar

Beberapa sekolah di ibu kota Jawa Tengah ini mencatat jumlah siswa baru yang memprihatinkan. Sebagai contoh, SDN 1 Purwoyoso di Kecamatan Ngaliyan tercatat hanya mendapatkan tiga murid baru. Kondisi serupa juga menimpa SDN Wonodri yang hanya mampu menjaring lima siswa pada tahun ajaran ini.

"Kami perlu lakukan evaluasi yang lebih mendalam, mengapa beberapa SD negeri itu tidak menjadi pilihan masyarakat. Itu biasanya faktornya berbeda-beda, bahkan kompleks," ujar Ahsan saat memberikan keterangan di Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu, 19 Juli 2026.

Pergeseran Minat ke Sekolah Swasta dan MI

Berdasarkan penelusuran data dari Dinas Pendidikan, jumlah lulusan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Semarang sebenarnya mencapai 22.567 anak. Angka ini jauh melebihi total kuota yang tersedia di seluruh SD negeri yang berada di kisaran 14.530 kursi.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hanya sekitar 12.000-an siswa yang memilih mendaftar di sekolah negeri.

"Lulusan PAUD ada 22.567 anak. Nah, pendaftar di SD negeri itu di angka 12.000-an siswa. Sehingga, kesimpulannya selebihnya mendaftar di SD swasta, di MI (madrasah ibtidaiyah) atau di satuan pendidikan yang lain," kata Ahsan.

Ahsan menilai data ini mengindikasikan adanya pergeseran minat dari masyarakat dalam memilih lembaga pendidikan untuk anak-anak mereka, yang kini tidak lagi bertumpu pada sekolah negeri.

Rencana Intervensi dan Pemetaan Wilayah

Disdik Kota Semarang memastikan faktor demografi bukan menjadi pemicu utama, mengingat suplai lulusan PAUD masih sangat melimpah. Langkah lanjutan yang akan diambil pemerintah daerah meliputi pemetaan wilayah secara lebih spesifik dan mendalam hingga ke tingkat kelurahan atau desa.

Dari hasil evaluasi komprehensif tersebut, pemerintah akan merumuskan langkah intervensi yang tepat sasaran, seperti:

  • Penambahan dan perbaikan sarana prasarana sekolah.
  • Peningkatan mutu pembelajaran kelas.
  • Peningkatan kompetensi dan mutu guru pendidik.

"Atau, mungkin ada hal lain. Nanti tentu setiap sekolah yang kekurangan murid itu mungkin punya problem yang berbeda-beda," tambahnya.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id