fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa bangganya terhadap pencapaian industri pertahanan nasional setelah senjata buatan Indonesia sukses mengantarkan kontingen Tanah Air menjuarai ajang menembak internasional sebanyak 12 kali secara berturut-turut.
Menurut Prabowo, kemenangan tersebut diraih dengan mengandalkan perlengkapan produksi dalam negeri, mulai dari senapan serbu hingga pistol, yang mampu bersaing dengan persenjataan milik negara-negara lain.
"Senjata kita sudah diakui dunia. Kita menang pertandingan nembak 12 kali berturut-turut. Senapan serbu dari kita, pistol dari kita," kata Prabowo di Malang, Jumat, 17 Juli 2026.
Ia menjelaskan, keberhasilan itu menjadi bukti bahwa kemampuan industri pertahanan Indonesia tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Prestasi tersebut bahkan diraih di tengah persaingan ketat dengan militer dari berbagai negara.
Prabowo menyebut kompetisi itu diikuti oleh personel militer dari Amerika Serikat, Australia, Singapura, Malaysia, Vietnam, hingga Thailand. Meski menghadapi lawan-lawan tangguh, kontingen Indonesia mampu tampil sebagai yang terbaik.
"Saya dengar begitu kita menang, kaget. Indonesia kan dianggap remeh. Hadir di situ militer-militer terbaik dunia," ujarnya.
Presiden juga mengungkapkan bahwa dominasi Indonesia sempat memunculkan rasa penasaran dari penyelenggara. Senjata yang digunakan tim Indonesia bahkan diperiksa karena dinilai mampu menghasilkan performa yang luar biasa.
"Karena mereka pikir, 'Kok bisa menang?' Diperiksa senjata kita. Jangan-jangan Indonesia curang. Enggak," jelasnya.
Bagi Prabowo, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa alat utama sistem persenjataan (alutsista) hasil karya anak bangsa memiliki kualitas tinggi dan mampu bersaing di level internasional.
Selain kualitas peralatan, ia menilai keberhasilan itu juga dipengaruhi oleh kepemimpinan yang baik di tubuh TNI dan Polri. Seorang pemimpin, kata dia, harus mampu menjadi teladan bagi anggotanya, bukan sekadar memberikan instruksi.
Baca Juga
"Kalau diberi kepemimpinan baik, uang makannya enggak dikorupsi, komandannya kasih contoh. Komandan-komandan jangan jarkoni, ngajar iso ngelakoni ora iso," ujar Prabowo.
Anisha Aprilia/Disway