Verifikasi Arah Kiblat Digelar di 725.669 Titik Lokasi, Diikuti Ratusan Ribu Orang

fin.co.id - 17/07/2026, 16:41 WIB

Verifikasi Arah Kiblat Digelar di 725.669 Titik Lokasi, Diikuti Ratusan Ribu Orang

Kemenag sukses verifikasi arah kiblat di 725.669 lokasi melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026.

fin.co.id — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) berhasil menggerakkan ratusan ribu masyarakat untuk memastikan ketepatan kiblat. Penyelenggara memanfaatkan fenomena alam langka bernama Rashdul Qiblat, yaitu momen ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah, untuk menggalang Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026.

Data resmi dari Ditjen Bimas Islam menunjukkan antusiasme yang luar biasa dengan keterlibatan ratusan ribu titik lokasi pemantauan di berbagai penjuru wilayah nusantara.

“Kami mencatat ada 725.669 titik lokasi yang didaftarkan ikut dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026,” terang Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.

Sebaran Ratusan Ribu Titik Pemantauan di Seluruh Indonesia

Partisipasi masyarakat dalam agenda akbar ini sangat merata, mulai dari tempat ibadah hingga fasilitas umum. Arsad Hidayat merinci lebih dalam mengenai data sebaran geografis dari total lokasi pendaftar yang ikut serta menyukseskan program nasional ini.

“Sebaran titik lokasi verifikasi arah kiblat ini terdiri atas: 67.867 masjid, 576.309 rumah, 49.680 musala, 233 restoran, 114 hotel, dan 31.466 lokasi lainnya. Ini belum menghitung jika dalam satu titik itu virifikasi dilakukan di tiga atau lebih lokasi,” sambungnya.

Pemerintah memusatkan seluruh aktivitas pemantauan utama Gerakan Indonesia Berkiblat di Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ), Ciawi-Bogor. Guna memperkuat landasan ilmiah gerakan ini, Kemenag juga menggelar forum internasional bertajuk International Seminar on Islamic Astronomy. Acara tersebut menghadirkan jajaran narasumber pakar astronomi terkemuka dari tiga negara serumpun, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Metode Ilmiah Rashdul Qiblat: Rahasia Akurasi Posisi Ka'bah

Peristiwa matahari tepat berada di atas Ka'bah merupakan sebuah fenomena astronomi istimewa yang terjadi dua kali dalam setahun. Ketika fenomena ini berlangsung, posisi sinar matahari berada tepat di titik zenit Ka'bah. Alhasil, bayangan dari benda apa pun yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi akan mengarah lurus ke kiblat, sehingga menjadi acuan valid dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Metode ilmiah ini terbukti sangat efektif untuk memverifikasi arah kiblat secara massal dan mandiri.

Pada periode tahun ini, masyarakat dapat mengamati langsung fenomena alam tersebut pada tanggal 15 hingga 16 Juli 2026. Momen presisi ini jatuh tepat pada pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Cara mempraktikkannya pun tergolong sangat sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Masyarakat cukup menyediakan sebuah tongkat atau benda tegak lurus lainnya di area terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Langkah berikutnya adalah mengamati arah bayangan yang terbentuk dari benda tersebut. Garis lurus yang ditarik dari ujung bayangan menuju ke pangkal bawah tongkat secara otomatis menunjukkan arah koordinat Ka'bah yang tepat. Melalui cara inilah publik bisa mengecek kembali ketepatan arah sajadah saat beribadah.

“Alhamdulillah Gerakan Nasional Rashdul Kiblat ini disambut antusias dengan keikutsertaan ratusan ribu pendaftar yang ingin mempraktikkan langsung metode ini,” tegasnya.

Meningkatkan Literasi Ilmu Falak dan Apresiasi Umat

Kementerian Agama merancang Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 dengan visi yang luas. Selain fokus utama pada aspek verifikasi arah kiblat, program ini mengemban misi penting untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat mengenai ilmu falak. Ilmu falak sendiri menjadi salah satu instrumen yang sangat vital dalam memberikan pelayanan keagamaan yang optimal.

Pemerintah berharap momentum edukasi publik ini mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya pemanfaatan ilmu falak dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkokoh akurasi posisi kiblat di seluruh tempat ibadah maupun fasilitas publik lainnya.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID