Soal Wacana Anak Orang Kaya Gak Bakal Dikasih MBG, BGN: Masih dalam Kajian

fin.co.id - 17/07/2026, 20:46 WIB

Soal Wacana Anak Orang Kaya Gak Bakal Dikasih MBG, BGN: Masih dalam Kajian

BGN kaji ulang program Makan Gizi Gratis (MBG) untuk anak orang kaya.

fin.co.idBadan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah mengkaji ulang sebuah wacana penting. Lembaga pemerintah ini sedang mempertimbangkan untuk mencoret anak-anak dari kelompok ekonomi mampu atau keluarga kaya sebagai penerima program Makan Gizi Gratis (MBG).

Langkah strategis ini mencuat agar alokasi anggaran negara untuk pemenuhan nutrisi anak sekolah bisa berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.

Wakil Kepala BGN, Trenggono, membenarkan adanya wacana pembatasan penerima manfaat tersebut. Pihaknya mengaku sedang mendalami skema terbaik sebelum mengetuk keputusan final.

“Itu masih kita kaji lagi. Memang sudah ada wacana ke sana, tapi masih kita kaji lagi,” kata Wakil Kepala BGN Trenggono saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.

Hingga saat ini, Trenggono belum bersedia memerinci secara detail mengenai kriteria pasti calon penerima manfaat MBG ke depan. Pihaknya masih menggodok variabel penentu, seperti pengelompokan tingkat kesejahteraan (desil) keluarga maupun klasifikasi jenis sekolahnya. Meski begitu, ia memberikan penegasan bahwa program nasional ini akan diprioritaskan penuh kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

BGN menargetkan proses pengkajian ini dapat selesai dalam waktu satu bulan ke depan. Tenggat waktu tersebut sejalan dengan masa evaluasi total terhadap berbagai aspek pelaksanaan program yang diminta langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Hasilnya akan disampaikan setelah kajian kita selesai. Semua ini masih kita adakan pengkajian dulu,” ucapnya.

Arahan Tegas Presiden Prabowo Subianto Terkait Efisiensi Anggaran

Wacana pengetatan sasaran program Makan Gizi Gratis ini bukan tanpa alasan. Langkah ini berakar dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang meminta jajarannya mengevaluasi ulang penerima manfaat. Kepala Negara ingin program ini berfokus pada kelompok rentan, terutama masyarakat di desil bawah dan wilayah yang masuk zona rawan stunting.

Wakil Kepala BGN lainnya, Agustina Arumsari, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sangat terbuka dalam mendengarkan setiap masukan dari berbagai pihak sebelum mengambil keputusan kebijakan.

“Beliau mendengarkan semua masukan dari semua peserta rapat yang hadir tadi, ada usulan yang macam-macam,” kata Agustina usai menghadap Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/7).

Berdasarkan hasil pertemuan di Istana tersebut, Presiden mengarahkan agar pelaksanaan program MBG lebih mengerucut dan terfokus pada penduduk yang benar-benar memerlukan bantuan pemenuhan gizi.

“Yang perlu diefisienkan, yang tidak harus menerima lagi program MBG, ya, silakan tidak usah menerima lagi, tetapi mereka yang berada di desil yang di bawah, di daerah yang tertinggal, di daerah yang bervalensi stunting-nya tinggi silakan diberikan,” jelas Agustina menjabarkan pesan Presiden.

Agustina menambahkan, arahan tegas dari Presiden Prabowo inilah yang kini menjadi fondasi utama bagi BGN untuk berbenah. Lembaga ini terus memperbaiki sistem pelaksanaan agar program MBG dapat menjangkau jutaan penerima manfaat secara tepat, adil, dan transparan.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID