Trump Batalkan Penerapan Tarif Melintas Selat Hormuz! Gantinya, AS Dapat Investasi Jumbo dari Negara Teluk

fin.co.id - 15/07/2026, 21:57 WIB

Trump Batalkan Penerapan Tarif Melintas Selat Hormuz! Gantinya, AS Dapat Investasi Jumbo dari Negara Teluk

Donald Trump membatalkan rencana penerapan tarif 20% di Selat Hormuz.

fin.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat keputusan mengejutkan dengan membatalkan rencana memungut tarif sebesar 20 persen untuk setiap kapal yang membawa kargo melalui Selat Hormuz.

Langkah ini menjadi angin segar bagi pelaku industri maritim global yang mengkhawatirkan lonjakan biaya operasional di jalur strategis tersebut.

Sebagai gantinya, sejumlah negara di kawasan Teluk seperti Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi akan mengucurkan investasi dengan "uang yang sangat banyak" di AS. Langkah ini menjadi solusi alternatif yang menguntungkan kedua belah pihak di tengah tingginya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

"Saya pikir hal itu justru lebih baik," kata Presiden AS kepada wartawan di Kantor Oval Gedung Putih, Selasa, 14 Juli 2026.

Trump merasa langkah pengumpulan dana investasi ini jauh lebih adil bagi kepentingan ekonomi negaranya. Menurutnya, Washington tidak seharusnya menanggung sendirian seluruh risiko pengamanan jalur perdagangan dunia tersebut secara cuma-cuma.

"Tidak adil kalau kami harus menjaga selat itu untuk seluruh dunia, untuk China dan yang lainnya. Saya tak mempermasalahkan harus melakukannya untuk China atau untuk yang lainnya, tetapi tak adil kalau kami tidak mendapat imbalan apapun," ucap Trump.

Perubahan Mendadak Kebijakan Tarif Lintas Selat Hormuz

Sebelumnya, ancaman pengenaan biaya ekstra ini sempat membayangi lalu lintas perdagangan internasional. Pada Senin (13/7), Trump mengatakan AS akan kembali memblokade lalu lintas maritim dari dan ke pelabuhan Iran dan mulai memungut tarif sebesar 20 persen dari nilai kargo yang dibawa setiap kapal melalui Selat Hormuz.

Pengumuman tarif yang tiba-tiba tersebut dilakukan Trump meski pemerintahannya terus berupaya selama berbulan-bulan memastikan jalur laut yang strategis tersebut terbuka dan mencegah Teheran memungut bea lintas untuk kapal-kapal yang lewat.

Blokade Militer dan Masa Depan Kesepakatan Perdamaian AS-Iran

Meskipun rencana pengenaan tarif batal, eskalasi militer di perairan tersebut belum sepenuhnya mereda. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih belum pulih sepenuhnya menyusul perang AS-Israel terhadap Iran sejak akhir Februari lalu.

Bahkan, operasional militer Paman Sam terpantau masih sangat intensif. Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Selasa (14/7) mengatakan bahwa blokade AS terhadap Iran telah berlangsung, dengan serangan AS terhadap Iran sudah berlangsung selama empat hari berturut-turut.

Padahal, kedua belah pihak sebelumnya sempat mencapai titik temu diplomatik. AS dan Iran telah menandatangani kesepakatan perdamaian awal pada pertengahan Juni lalu, tetapi saling serang antara keduanya dalam beberapa hari terakhir semakin meningkatkan keraguan terhadap langgengnya perjanjian tersebut. Padahal, kesepakatan tersebut mengatur pembukaan kembali Selat Hormuz dan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID