Catatan Dahlan Iskan . 15/07/2026, 05:44 WIB

Febrie Loblobly

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

"Haha... Tidak apa-apa. Perusuh Disway juga belum ada yang ke sana. Saya yang pernah Tanimbar".

"Pernah ke kampung ibunda di Sabu?"

"Pernah. Waktu masih kecil. Sudah lupa. Jauh sekali".

Loblobly punya darah aktivis. Ayahnya tergolong aktivis Angkatan 66 dari unsur Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Saat itu sang ayah kuliah di Institut Theologi –kemudian menjadi pendeta.

Selama kuliah di Perbanas Jakarta, Loblobly juga jadi aktivis tapi yang intra kampus. Lalu bekerja di perusahaan kontraktor sebelum akhirnya jadi aktivis antikorupsi.

"Saya akan kawal terus penanganan kasus ini," ujar Loblobly. "Saya kan juga sudah mendengar Febrie akan melakukan perlawanan," tambahnya.

Loblobly tidak pernah takut. Ia sudah sering diancam di soal laporan korupsi yang lain.

Saya yang justru takut: jangan-jangan telepon saya berdering. Tapi aman. Telepon saya selalu silent mode. (Dahlan Iskan)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id