Sopir Main Ponsel, Truk Pengangkut Alat Berat Tabrak JPO Tendean hingga Rusak Parah

fin.co.id - 14/07/2026, 10:26 WIB

Sopir Main Ponsel, Truk Pengangkut Alat Berat Tabrak JPO Tendean hingga Rusak Parah

Truk Pengangkut Alat Berat Tabrak JPO Tendean hingga Rusak Parah (ANTARA/Luthfia Miranda Putri)

fin.co.id -  Sebuah truk pengangkut alat berat menabrak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Selasa 14 Juli 2026, sekitar pukul 01.00 WIB.

Benturan tersebut mengakibatkan struktur JPO mengalami kerusakan berat, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan menyebut insiden itu terjadi karena sopir tidak fokus saat berkendara. Menurut hasil keterangan yang diperoleh di lapangan, pengemudi diketahui memperhatikan telepon genggam sehingga tidak mengantisipasi keberadaan JPO maupun tinggi muatan yang dibawanya.

"Pengemudi melihat bahwasanya ada jembatan JPO, namun tanpa disadari pengemudi dalam kondisi fokus pada handphone," kata Kasatgas BPBD Jakarta Selatan Sukendar di Jakarta, Selasa 14 Juli 2026.

Selain itu, BPBD menilai sopir juga tidak memperhitungkan batas maksimal ketinggian muatan alat berat yang diangkut.

"Dikarenakan tidak memperhitungkan maksimal ketinggian muatan, unit yang sedang diangkut menyangkut bagian jembatan JPO yang mengakibatkan kondisi JPO rusak parah," ucapnya.

Truk tersebut diketahui membawa alat berat dari kawasan Summarecon Bogor menuju Kejaksaan Agung di Jakarta Selatan.

Akibat benturan keras, kondisi JPO rusak cukup parah. Bagian tangga terlihat terlepas dari badan jembatan, sementara salah satu kaki penyangga bergeser dan terangkat akibat dihantam truk bermuatan crane yang melintas di bawahnya.

Sementara itu, sopir truk bernama Andre (28) memberikan penjelasan berbeda mengenai penyebab kecelakaan tersebut. Ia mengatakan dirinya sedang berkonsentrasi mengikuti petunjuk arah dari aplikasi navigasi karena lokasi tujuan sudah dekat.

"Kami dua kilometer lagi sampai. Kami fokus lihat maps (peta)," kata Andre kepada wartawan di lokasi, Selasa.

Andre juga membantah mengemudi dalam kondisi mengantuk. Ia menyebut perjalanan dilakukan bersama rekannya, Fajar (25), dan kecelakaan terjadi ketika mereka berupaya mencari lokasi tujuan menggunakan aplikasi navigasi.

Menurut Andre, dirinya baru pertama kali melintasi ruas jalan tersebut setelah berangkat sekitar pukul 00.00 WIB.

"Baru ini lewat sini. Belum tahu jalannya," ucapnya. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca