Internasional . 13/07/2026, 21:41 WIB

Dampak Gelombang Panas di Eropa, Prancis Matikan Tiga Reaktor Nuklir

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana
Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Penyedia energi utama Prancis mengatakan pada Minggu, 12 Juli 2026, tiga reaktor nuklir telah dimatikan sementara dan delapan lainnya beroperasi dengan daya yang dikurangi, karena gelombang panas yang melanda negara itu.

Langkah darurat ini terpaksa diambil demi menjaga ekosistem alam yang mulai terancam oleh kenaikan suhu udara dan air yang drastis.

"Karena kondisi cuaca dan untuk mematuhi peraturan tentang pembuangan (air pendingin), dan dengan demikian untuk melindungi lingkungan, reaktor di pembangkit Golfech, Bugey, dan Chooz, yang terletak di tepi sungai Garonne, Rhone, dan Meuse, telah dimatikan," kata kelompok energi EDF.

Langkah ini merupakan persyaratan perlindungan lingkungan untuk menghindari pembuangan terlalu banyak air panas ke sungai yang sudah menghangat akibat gelombang panas. Pembangkit listrik yang penting bagi produksi listrik negara menggunakan air sungai untuk mendinginkan reaktor mereka, yang memanaskan air yang kemudian dilepaskan kembali ke sungai.

Penghentian Kedua dalam Beberapa Pekan Terakhir

Masalah ini bukan pertama kalinya terjadi pada musim panas tahun ini. Penghentian ini adalah kali kedua dalam beberapa minggu terakhir EDF harus menghentikan reaktor nuklir karena panas ekstrem, setelah gelombang panas yang memecahkan rekor melanda Prancis pada bulan Juni.

Untuk mengantisipasi pemadaman total, kementerian ekonomi pada hari Sabtu mengeluarkan pengecualian terhadap batas suhu untuk pemanasan Sungai Rhone di sekitar pembangkit listrik Bugey "untuk memastikan keamanan jaringan listrik", berlaku hingga 20 Juli.

Pada hari Minggu, gelombang panas ketiga yang melanda negara itu sejak Mei menyebabkan lebih dari sepertiga wilayah Prancis berada di bawah peringatan panas tertinggi dari badan meteorologi nasional.

Suhu Menyentuh 41 Derajat Celcius, Puluhan Juta Warga Terdampak

Skala bencana hawa panas kali ini memang tidak main-main. Lebih dari 25 juta orang mengalami suhu yang menurut peramal cuaca dapat mencapai hingga 41 derajat Celcius (105,8 derajat Fahrenheit), menurut perhitungan AFP berdasarkan data populasi.

Dampak buruk cuaca ekstrem ini pun langsung mengacaukan berbagai sektor kehidupan masyarakat:

  • Tempat-tempat wisata populer terpaksa tutup lebih awal.
  • Pemerintah membatalkan sejumlah acara publik.
  • Penyelenggara memperpendek satu etape di ajang balap sepeda Tour de France.
  • Kebakaran hutan meluas secara masif di beberapa titik.
  • Angka kematian akibat tenggelam meningkat tajam di tengah panas.

Sejak akhir Mei, Prancis telah dilanda gelombang panas ekstrem yang berulang, yang menyebabkan peningkatan angka kematian dan mengungkap masalah infrastruktur yang tidak sesuai dengan cuaca ekstrem, yang peningkatan frekuensinya dikaitkan oleh para ilmuwan dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id