Sport . 10/07/2026, 10:00 WIB
"Spanyol adalah tim luar biasa dengan pemain-pemain yang membela klub terbaik di dunia. Jika ingin meraih hasil, kami harus bermain sebaik ketika menghadapi Amerika Serikat."
Sementara itu, gelandang Nicholas Raskin menilai Belgia harus menjalani laga nyaris tanpa cela.
"Saya pikir kami harus memainkan pertandingan yang sempurna untuk lolos. Kami harus solid dalam bertahan, efektif saat menyerang, pragmatis, dan mampu memanfaatkan setiap peluang."
Pertemuan kali ini menjadi duel ketiga Spanyol dan Belgia di putaran final Piala Dunia.
Pertemuan pertama terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Saat itu Belgia menang melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.
Empat tahun kemudian, Spanyol membalas kekalahan tersebut dengan kemenangan 2-1 pada fase grup Piala Dunia 1990 di Italia. Hasil itu membawa La Roja finis sebagai juara grup.
Kini, setelah 36 tahun berlalu sejak pertemuan terakhir mereka di Piala Dunia, kedua negara kembali bertarung dengan hadiah yang jauh lebih besar, yakni satu tempat di semifinal.
Secara kualitas permainan, Spanyol sedikit lebih diunggulkan berkat konsistensi mereka sepanjang turnamen serta dominasi lini tengah yang dipimpin Rodri dan Pedri.
Namun, Belgia memiliki pengalaman, mental bertanding, serta deretan pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap. Kebangkitan dramatis melawan Senegal menjadi bukti bahwa The Red Devils tidak pernah mudah menyerah.
Dengan sejarah panjang, materi pemain berkualitas, dan tiket semifinal sebagai taruhan, duel Spanyol kontra Belgia berpotensi menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada babak perempat final Piala Dunia 2026.
Referensi: FIFA
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id