Program MBG Belum Merata, Presiden Prabowo Targetkan Rampung Awal Tahun Depan

fin.co.id - 10/07/2026, 22:59 WIB

Program MBG Belum Merata, Presiden Prabowo Targetkan Rampung Awal Tahun Depan

fin.co.id - Pemerintah terus berupaya memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat di pelosok tanah air.

Saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Jumat, 10 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto secara terbuka meminta warga yang saat ini belum menikmati manfaat program tersebut untuk sedikit bersabar.

Prabowo menyadari betul bahwa faktor geografis dan luasnya wilayah Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam mendistribusikan bantuan pemenuhan nutrisi ini secara serentak.

"Ada yang belum sampai, saya minta kesabaran karena itu memang perjuangan kita. Mungkin baru sampai semua saya berharap akhir tahun atau awal tahun depan. Negara kita besar sekali, negara kita besar sekali pasti ada desa-desa yang belum terima. Saya paham itu," kata Prabowo dalam siaran Sekretariat Presiden.

Dampak Besar Program MBG bagi Kecerdasan Anak dan SDM Masa Depan

Presiden Prabowo menegaskan bahwa agenda perbaikan gizi ini bukan sekadar program biasa, melainkan sebuah strategi besar demi masa depan bangsa. Intervensi nutrisi sejak usia dini memegang peranan krusial dalam membentuk kualitas fisik dan mental generasi penerus Indonesia.

Menurut beliau, asupan makanan yang sehat akan menstimulasi perkembangan organ-organ penting, termasuk otak dan struktur tulang anak-anak yang kelak akan memimpin negeri ini.

"MBG ini adalah sangat strategis karena ini makan untuk anak-anak kita generasi penerus. Dia sel otak harus berkembang dengan baik, sel tulang harus berkembang baik. Dia bisa jadi petani yang sehat, dia bisa jadi pekerja yang baik, dia bisa jadi ilmuwan, dia bisa jadi dokter," ujarnya.

Sebaliknya, Presiden memperingatkan risiko besar jika anak-anak melewatkan pemenuhan gizi yang optimal pada usia emas mereka. Kekurangan nutrisi sejak dini bisa membuat tumbuh kembang mereka berjalan tidak optimal, yang pada akhirnya menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa depan.

Ibu Hamil Turut Menjadi Sasaran Utama Penerima Manfaat

Hal menarik yang membedakan kebijakan ini dari negara lain adalah cakupan penerimanya. Program ini tidak hanya berfokus pada siswa sekolah atau peserta didik, melainkan juga menyasar para ibu hamil. Pemerintah sengaja mendesain skema ini untuk melindungi kesehatan ibu dan janin bahkan sebelum bayi lahir ke dunia.

"Kita mungkin satu-satunya negara yang memberi makan kepada ibu-ibu hamil, coba dicek ada nggak," imbuhnya.

Guna menyukseskan visi besar tersebut, presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak berhenti melakukan perluasan wilayah cakupan. Tim di lapangan akan terus menyisir daerah-daerah terpencil yang selama ini sulit terjangkau agar keadilan sosial dalam bentuk pemenuhan gizi bisa terwujud merata.

Realisasi Capaian Target Nasional Berdasarkan Data Terkini

Langkah masif pemerintah dalam membagikan paket makanan sehat ini sebenarnya sudah memperlihatkan grafik yang positif di lapangan.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID