Internasional . 10/07/2026, 18:58 WIB
fin.co.id — Badan maritim Inggris, Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO), mengumumkan bahwa tingkat ancaman keamanan maritim di Selat Hormuz masih berada pada kategori “parah”. Penilaian ini menyusul rentetan aksi penyerangan terbaru yang menyasar kapal-kapal komersial di jalur perdagangan strategis tersebut.
Melalui pemberitahuan resmi dari Pusat Informasi Maritim Bersama pada hari Jumat, pihak berwenang menjelaskan bahwa mereka telah memperluas jalur selatan di sepanjang selat perdagangan dunia ini. Langkah taktis tersebut bertujuan untuk menjamin kelancaran arus logistik bagi seluruh armada kapal dagang internasional.
“Meskipun ada serangan tak beralasan baru-baru ini terhadap kapal dagang, para pelaut diingatkan bahwa rute selatan Selat Hormuz telah diperluas dan tetap tersedia untuk semua lalu lintas,” tulis UKMTO dalam pernyataan resminya.
Selain membuka ruang navigasi yang lebih lebar di sisi selatan, Pusat Informasi Maritim Bersama turut mengeluarkan instruksi keselamatan yang ketat bagi seluruh nakhoda kapal. Pihak berwenang memperingatkan setiap armada yang melintasi kawasan itu agar mengantisipasi kontak radio mendadak melalui saluran frekuensi sangat tinggi (VHF) dari pasukan angkatan naval internasional.
Para pelaut juga wajib meningkatkan kewaspadaan penuh secara mandiri selama memimpin pelayaran. Hal ini karena wilayah perairan tersebut masuk dalam zona bahaya yang mengandung sebaran ranjau laut aktif.
Situasi genting di jalur pelayaran global ini bermula dari serangkaian insiden ofensif yang menargetkan kapal komersial saat melintasi Selat Hormuz. Rentetan konflik tersebut kemudian memicu babak baru konfrontasi militer bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Pemerintah Washington telah berulang kali meluncurkan serangan udara secara berkala ke sejumlah target militer serta fasilitas infrastruktur di wilayah Iran. AS berargumen bahwa operasi tempur ini menjadi respons langsung untuk melindungi kapal-kapal dagang dari potensi gangguan luar.
Sebaliknya, pihak Teheran merespons tindakan tersebut dengan meluncurkan gempuran pesawat tanpa awak (drone) yang menyasar markas militer AS di kawasan Teluk dan Yordania.
Pemerintah Iran bersikeras bahwa seluruh kapal komersial wajib melakukan koordinasi ketat dengan otoritas Iran sebelum mengarungi jalur laut strategis tersebut. Otoritas Iran juga melarang keras kapal-kapal asing melintas di luar rute pelayaran resmi yang sudah mereka tetapkan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id