Internasional . 08/07/2026, 18:15 WIB
fin.co.id - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memasuki fase kritis. Militer Iran pada Rabu, 8 Juli 2026 mengeluarkan peringatan keras bahwa mereka akan menjadikan semua pangkalan AS di seluruh kawasan sebagai sasaran tembak yang sah bagi serangan drone mereka. Ancaman militer ini berlaku mutlak apabila Washington terus mengabaikan dan melanggar perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.
Melalui sebuah pernyataan resmi yang stasiun televisi pemerintah IRIB siarkan, pihak militer Iran mengonfirmasi langkah agresif terbaru mereka. Militer Teheran mengaku telah menargetkan area yang mereka sebut sebagai pusat berkumpulnya pasukan AS, yang berlokasi di Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain pada Rabu pagi.
Militer Iran menegaskan bahwa mereka melancarkan serangan udara tersebut sebagai bentuk respons tegas terhadap manuver militer Washington. Mereka membalas "agresi permusuhan AS terhadap daerah militer dan sipil di bagian selatan negara itu" serta menyoroti adanya pelanggaran berat terhadap 14 pasal dalam kesepakatan gencatan senjata.
Pernyataan dari pihak militer tersebut secara terbuka memberikan peringatan mematikan yang tidak bisa dipandang sebelah mata:
"Konsekuensi dari pelanggaran gencatan senjata yang berulang dan terang-terangan dengan Amerika yang kriminal adalah bahwa semua pangkalan Amerika di kawasan itu akan menjadi target sah bagi drone Angkatan Darat," kata pernyataan itu.
Sebelum pengumuman militer ini muncul, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ternyata sudah bermanuver lebih dulu. Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa IRGC sukses meluncurkan serangkaian operasi rudal dan armada drone. Operasi militer berskala besar ini secara spesifik menargetkan 85 situs militer AS di kawasan tersebut.
Beberapa fasilitas strategis penting yang menjadi sasaran tembak meliputi Pelabuhan Salman yang berfungsi sebagai markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, serta Pangkalan Udara Ali Al-Salem yang berlokasi di Kuwait.
Merespons gelombang serangan udara dari Teheran ini, negara-negara tetangga langsung menyiagakan pertahanan. Kementerian Pertahanan Kuwait mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone yang melintas pada hari Rabu. Di waktu yang bersamaan, otoritas keamanan di Bahrain segera membunyikan sirene serangan udara untuk memperingatkan warga akan potensi bahaya.
Amerika Serikat tentu tidak membiarkan rentetan serangan ini terjadi tanpa perlawanan. Pihak militer AS menyatakan bahwa mereka telah melancarkan operasi serangan balasan yang masif terhadap posisi Iran. Pasukan Washington menghantam lebih dari 80 target strategis milik Teheran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) merilis pernyataan resmi mengenai operasi militer mereka untuk menjabarkan alasan di balik gempuran tersebut. CENTCOM menjelaskan bahwa serangan balasan itu mereka jalankan "sebagai tanggapan langsung terhadap serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz," kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id