Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa FBI menaruh perhatian pada hubungan kerja sama antara AFA dengan perusahaan bernama TourProdEnter.
Perusahaan tersebut disebut menangani administrasi pembayaran berbagai kontrak komersial Federasi Sepak Bola Argentina.
Nilai pendapatan yang dikelola disebut mencapai sekitar 260 juta dolar Amerika Serikat , atau setara sekitar Rp4,6 triliun .
Dari jumlah tersebut, sekitar 57 juta dolar AS atau sekitar Rp1 triliun dilaporkan mengalir kepada sejumlah perusahaan dan pihak penerima lain.
Penyelidik disebut ingin mengetahui apakah penyaluran dana tersebut memiliki dasar bisnis yang jelas atau justru mengandung unsur pelanggaran hukum.
Penyelidikan Dikabarkan Sudah Dimulai Sejak 2025
Masih berdasarkan laporan media tersebut, penyelidikan FBI sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2025.
Saat itu, TourProdEnter diduga menyalurkan dana ke empat perusahaan cangkang yang berada di Florida, Amerika Serikat.
Dana tersebut dilaporkan mengalir kepada istri serta perusahaan yang berkaitan dengan keluarga Pablo Toviggino, sosok yang dikenal sebagai tangan kanan Presiden AFA Claudio Tapia.
Namun demikian, seluruh informasi tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan dan belum menjadi putusan hukum yang berkekuatan tetap.
Terlepas dari berbagai isu yang berkembang di luar lapangan, Argentina tetap memastikan langkah ke babak perempat final.
Baca Juga
La Albiceleste dijadwalkan menghadapi Swiss yang sebelumnya menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti.
Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Kansas, Amerika Serikat, pada Minggu (12/7/2026) pukul 08.00 WIB.
Apabila mampu mengatasi perlawanan Swiss, Argentina akan melaju ke semifinal dan menghadapi pemenang laga Inggris melawan Norwegia.
Saat ini perhatian publik terhadap Argentina terbagi ke dalam dua isu besar.