Ketegangan baru ini mengancam masa depan diplomasi kedua negara. Padahal, nota kesepahaman yang ditandatangani secara daring pada 18 Juni lalu sebenarnya memberikan waktu selama 60 hari bagi AS dan Iran untuk merundingkan kesepakatan final terkait isu nuklir Iran dan sanksi ekonomi dari AS.
Selain membahas masalah nuklir, dokumen penting tersebut sejatinya menetapkan jadwal pencabutan blokade laut oleh pihak militer AS. Kesepakatan itu juga mengatur tentang pemulihan jalur pelayaran kapal-kapal Iran di Selat Hormuz.
Namun, dengan adanya aksi saling balas dan pencabutan izin ekspor komoditas energi ini, masa depan stabilitas di jalur pelayaran global tersebut kini kembali berada dalam ketidakpastian.