fin.co.id - Argentina memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia 2026 usai membalikkan keadaan dan mengalahkan Mesir dengan skor 3-2 dalam laga babak 16 besar yang berlangsung penuh drama.
La Albiceleste sempat berada di ujung kekalahan setelah tertinggal dua gol. Mesir membuka keunggulan melalui Yasser Ibrahim, kemudian menggandakan skor lewat Mostafa Zico. Hingga memasuki menit ke-78, tim asal Afrika itu masih memimpin 2-0.
Namun, Argentina menunjukkan mental juara dengan mencetak tiga gol dalam waktu singkat. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan pada menit ke-79, disusul Lionel Messi yang menyamakan kedudukan lima menit kemudian. Enzo Fernandez akhirnya menjadi penentu kemenangan lewat golnya pada menit 90+2.
Meski demikian, kemenangan Argentina tidak lepas dari sorotan. Kubu Mesir menilai ada dua keputusan wasit Francois Letexier yang sangat merugikan mereka sepanjang pertandingan.
1. Gol Mostafa Zico Dibatalkan Setelah Tinjauan VAR
Kontroversi pertama terjadi pada menit ke-58 ketika Mostafa Zico berhasil membobol gawang Argentina melalui skema serangan balik cepat.
Gol tersebut berawal dari keberhasilan pemain Mesir merebut bola dari Lisandro Martinez di area pertahanan sendiri. Mohamed Salah kemudian mengirim umpan terobosan yang diselesaikan Zico menjadi gol.
Zico bahkan sempat merayakan gol tersebut hingga membuka jersey. Namun, setelah berdiskusi dan meninjau tayangan VAR, wasit Francois Letexier memutuskan membatalkan gol itu.
Keputusan tersebut diambil karena Marwan Attia dianggap melakukan pelanggaran dengan menginjak kaki Lisandro Martinez saat perebutan bola terjadi.
Keputusan itu langsung memicu protes dari Zico maupun para pemain Mesir yang merasa gol tersebut seharusnya tetap disahkan.
Baca Juga
2. Gol Penentu Enzo Fernandez Picu Protes Keras
Kontroversi berikutnya muncul saat Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan Argentina pada menit kedua masa injury time.
Gol berawal dari umpan silang Lautaro Martinez yang berhasil disambut sundulan Enzo Fernandez ke sudut gawang Mesir.
Pemain Mesir tidak mempersoalkan kemungkinan offside. Mereka justru menilai proses serangan Argentina diawali pelanggaran saat perebutan bola masih terjadi di wilayah pertahanan La Albiceleste.
Para pemain Mesir meminta wasit meninjau ulang insiden tersebut melalui VAR. Namun, Francois Letexier tetap pada keputusannya dan tidak melakukan pemeriksaan di monitor pinggir lapangan.