Waspada Fenomena Super New Moon! BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di 18 Wilayah Pesisir RI

fin.co.id - 07/07/2026, 22:39 WIB

Waspada Fenomena Super New Moon! BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di 18 Wilayah Pesisir RI

BMKG mengeluarkan peringatan dini banjir rob di 18 pesisir Indonesia pada 8-22 Juli 2026.

fin.co.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan. Lembaga tersebut baru saja merilis peringatan dini mengenai ancaman banjir pesisir atau rob yang berpotensi melanda 18 wilayah pesisir di Indonesia.

Berdasarkan prediksi para ahli, bencana tahunan ini akan terjadi dalam rentang waktu yang bervariasi dari tanggal 8 hingga 22 Juli 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra, memberikan penjelasan langsung mengenai situasi ini di Jakarta pada Selasa, 7 Juli 2026.

Ia memaparkan bahwa fenomena astronomi langka berupa Super New Moon menjadi pemicu utama di balik datangnya ancaman banjir pasang tersebut.

"Adanya fenomena Super New Moon yang merupakan fase perigee dan bulan baru pada tanggal 14 Juli 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum," kata dia.

Daftar Area yang Berpeluang Mengalami Kenaikan Air Laut

Pihak berwenang menyusun peta risiko ini setelah melakukan analisis mendalam terhadap data level ketinggian permukaan air laut serta prediksi pasang surut.

Hasil pantauan tim teknis menunjukkan bahwa luapan air laut berpotensi merendam kawasan pesisir Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jakarta, hingga Jawa Barat.

Tidak hanya wilayah barat, lonjakan volume air laut juga mengancam area tengah dan timur nusantara. BMKG mendeteksi risiko serupa di wilayah pesisir Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, serta Maluku.

Jika melihat data rincian dari tim teknis kemaritiman BMKG, wilayah pesisir utara Jakarta memiliki jadwal ancaman pada tanggal 9-16 Juli 2026. Beberapa titik di ibu kota yang masuk dalam zona merah meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Muara Angke, Penjaringan, dan Kalibaru.

Sementara itu, wilayah pesisir Maluku menjadi area yang menghadapi durasi ancaman paling panjang. Kawasan Kepulauan Aru mendapatkan proyeksi terdampak rob pada tanggal 8-21 Juli, sedangkan wilayah Seram Bagian Timur berpotensi mengalami genangan air dari tanggal 8 hingga 22 Juli 2026.

Dampak terhadap Aktivitas Warga dan Sektor Ekonomi

Pihak BMKG mengingatkan bahwa luapan air asin ini secara umum dapat mengganggu jalannya roda perekonomian serta menghambat aktivitas harian warga yang tinggal di sekitar kawasan pelabuhan maupun wilayah pemukiman pesisir. Sifat air yang merendam daratan tentu membuat mobilisasi masyarakat menjadi terbatas.

Secara lebih spesifik, ada beberapa sektor vital yang rentan merasakan dampak negatif secara langsung akibat bencana rob ini, antara lain:

  • Proses bongkar muat barang yang berlangsung di pelabuhan.
  • Kehidupan harian warga di lingkungan permukiman tepi laut.
  • Operasional tambak garam serta sektor perikanan darat milik peternak setempat.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID