Pentingnya Menjaga Hidrasi dan Intensitas Saat Olahraga di Cuaca Panas
Olahraga saat cuaca panas bisa meningkatkan risiko heat stroke. Dokter mengungkap cara aman menjaga intensitas, hidrasi, dan durasi latihan.
Sebagai contoh, seseorang yang memperkirakan mampu menyelesaikan maraton dalam waktu lima hingga enam jam atau half marathon lebih dari tiga jam perlu menghitung estimasi waktu finis sejak awal. Perhitungan tersebut membantu menyusun strategi latihan sekaligus mengantisipasi dampak cuaca panas selama perlombaan.
Selain itu, latihan sebaiknya dilakukan pada kondisi cuaca yang mirip dengan waktu penyelenggaraan acara. Cara ini membantu tubuh beradaptasi sehingga tidak mengalami perubahan suhu yang terlalu drastis saat kompetisi berlangsung.
Meski sudah menjalani latihan rutin, Andi tetap mengingatkan agar setiap orang mendengarkan sinyal dari tubuhnya sendiri.
"Tetap saja kita menyesuaikan dan mendengarkan tubuh sinyal tubuh, jangan sampai terjadi heat stroke atau heat related illness," katanya.
Jangan Abaikan Informasi Cuaca Sebelum Berolahraga
Hal lain yang tidak kalah penting adalah memeriksa kondisi cuaca sebelum memulai aktivitas fisik, baik olahraga di luar ruangan maupun di dalam ruangan.
Menurut Andi, kombinasi suhu panas dan kelembapan udara yang tinggi membuat tubuh semakin sulit membuang panas. Walaupun tubuh tetap berkeringat, proses penguapan menjadi tidak optimal karena kadar kelembapan udara terlalu tinggi.
Padahal, penguapan keringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk menurunkan suhu. Ketika proses tersebut terganggu, suhu inti tubuh akan terus meningkat sehingga risiko gangguan akibat panas ikut bertambah.
Kondisi tersebut dapat memicu heat-related illness atau gangguan kesehatan akibat paparan panas. Jika terus berlanjut tanpa penanganan, tubuh berpotensi mengalami heat stress yang semakin berat.
Heat Stroke Bisa Berawal dari Kram hingga Kelelahan
Andi menjelaskan bahwa gangguan akibat panas tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Gejalanya dapat berkembang secara bertahap apabila seseorang tetap memaksakan aktivitas fisik di tengah suhu yang tinggi.
Awalnya, seseorang dapat mengalami kram akibat panas atau heat cramps. Setelah itu, kondisi bisa berkembang menjadi heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Jika masih terus dipaksakan, risiko heat stroke atau sengatan panas akan semakin besar.
Baca Juga
Heat stroke menjadi kondisi yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan penurunan kesadaran.
"Dan kalau itu terus menerus, bisa (memicu) mulai dari kram akibat panas atau heat exhaustion, kelelahan akibat panas, sampai akhirnya terjadi heat stroke atau sengatan panas atau terjadi penurunan kesadaran," jelas Andi.
Karena itu, menyesuaikan intensitas olahraga, menjaga hidrasi, melakukan aklimatisasi, memperhatikan kondisi cuaca, serta mengenali sinyal tubuh menjadi langkah penting agar aktivitas olahraga tetap aman meski dilakukan saat cuaca panas. (ANTARA)