Ragam . 02/07/2026, 09:44 WIB
“Gerakan kembali ke kebun bukan hanya gerakan ekonomi, tetapi juga gerakan budaya. Kita ingin menghidupkan kembali komoditas-komoditas lokal yang menjadi bagian dari budaya luhur masyarakat Papua, sekaligus menjadikan tanah adat sebagai sumber kesejahteraan bagi generasi sekarang dan masa depan,” kata Velix.
Velix menambahkan, setiap wilayah Papua memiliki keunggulan komoditas yang berbeda, mulai dari ubi jalar di kawasan pegunungan, sagu di wilayah rawa, hingga kopi, kakao, pala, dan berbagai komoditas perkebunan lainnya. Karena itu, pembangunan pertanian berbasis potensi lokal menjadi strategi yang tepat untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Mentan Amran berharap Gerakan Kembali Berkebun menjadi titik awal lahirnya generasi baru petani muda Papua yang mampu mengembangkan potensi daerahnya, memperkuat ketahanan pangan lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Tanah Papua. Dengan semangat tersebut, Papua diharapkan tumbuh sebagai salah satu pusat kekuatan pertanian Indonesia di masa depan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id