"Jadi program ini juga bisa memastikan nilai tambah produk lokal desa itu bisa meningkat, sehingga uangnya (perekonomiannya, red) bisa bertambah, bisa juga menyerap tenaga kerja," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BRIN Arief Satria menegaskan dukungan BRIN melalui pengembangan teknologi tepat guna, teknologi maju seperti genomik dan smart farming, serta pendekatan pembangunan berkelanjutan (sustainability) untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Sementara, Perwakilan The World Bank Jessica Ludwig Maaroof juga menyampaikan dukungannya terhadap Program SEHATI. Menurutnya, kolaborasi antara Kemendes PDT, BRIN, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi desa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan memperkuat pembangunan desa di Indonesia.
Diketahui, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemendes dengan BRIN tentang Sinergitas Riset dan Inovasi serta Pemanfaatan untuk Mendukung Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal.