Target 150 Ribu Peserta, Program Magang Nasional 2026 Tawarkan Gaji hingga Rp6 Juta!

fin.co.id - 30/06/2026, 22:45 WIB

Target 150 Ribu Peserta, Program Magang Nasional 2026 Tawarkan Gaji hingga Rp6 Juta!

Program Magang Nasional 2026 tawarkan gaji hingga Rp6 juta per bulan untuk lulusan S1.

fin.co.id - Pemerintah meluncurkan peluang besar bagi para pencari kerja melalui Program Magang Nasional (PMN) 2026. Menariknya, program ini menawarkan gaji bagi peserta magang berkisar Rp3,5-6 juta per-bulan, bergantung pada upah minimum kabupaten/kota tempat peserta bekerja. Angka ini tentu menjadi angin segar bagi para lulusan baru yang ingin mendapatkan penghasilan layak sembari menimba pengalaman profesional.

"Selama mengikuti magang, para peserta mendapatkan gaji sekitar Rp3,5 sampai Rp6 juta per-bulan tergantung upah minimum Kabupaten/Kota tempat ia bekerja," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat pembukaan Program Magang Nasional 2026 yang dikutip dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Teddy mengatakan Program Magang Nasional merupakan inisiatif Presiden Prabowo yang mulai dijalankan sejak 2025 melalui Kementerian Ketenagakerjaan. Program itu bertujuan menjembatani lulusan perguruan tinggi agar lebih mudah memasuki dunia kerja dan menyasar lulusan sarjana, penyandang disabilitas, serta peserta dari berbagai profesi.

Pemerintah merancang skema ini sebagai jawaban atas tantangan ketenagakerjaan yang sering dihadapi oleh para akademisi muda setelah menyelesaikan masa studi. "Salah satu 'PR' pemerintah yang terus ada sejak dulu adalah bagaimana caranya mahasiswa khususnya S1 yang lulus kuliah bisa langsung dapat kerja dan dapat gaji," ujarnya.

Peningkatan Kuota Peserta dan Pendampingan Mentor Senior

Selain memperoleh penghasilan, peserta PMN mengikuti masa magang selama enam bulan di perusahaan mitra serta mendapat pendampingan dari mentor atau pekerja senior untuk meningkatkan keterampilan kerja. Melalui bimbingan langsung ini, kualitas dan daya saing para peserta akan terbentuk dengan lebih matang sesuai kebutuhan industri riil.

"Peserta PMN dilatih dan didampingi oleh mentor atau pekerja senior perusahaannya agar skill bertambah. Tahun ini juga tidak hanya merekrut lulusan S1, tetapi juga dari profesi dan saudara kita dari difabel," kata Teddy.

Pemerintah juga memperluas kesempatan ini dengan menaikkan target sasaran secara signifikan. Pada 2026, jumlah peserta PMN ditingkatkan menjadi 150 ribu orang dari 100 ribu peserta pada tahun sebelumnya. Mereka akan ditempatkan di sekitar 8.800 perusahaan milik BUMN maupun swasta di berbagai daerah.

Evaluasi Positif: Banyak Alumni Magang Langsung Jadi Karyawan Tetap

Kehadiran program ini terbukti memberikan dampak nyata dalam menekan angka pengangguran terdidik. Menurut Teddy, pelaksanaan PMN pada tahun pertama menunjukkan hasil positif, yaitu dari 100 ribu peserta yang mengikuti program di 2025, sekitar 30 persen atau sekitar 30 ribu peserta direkrut menjadi pegawai tetap setelah menyelesaikan masa magang.

Sementara itu, 30 persen lainnya masih menunggu panggilan kerja dalam kurun dua hingga tiga bulan. Angka penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi ini memperlihatkan efektivitas program sebagai batu loncatan karier yang solid.

"Artinya program ini juga adalah jembatan nyata bagi mahasiswa yang lulus untuk dapat langsung bekerja dan mendapat penghasilan," kata Teddy.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID