Sport . 29/06/2026, 09:18 WIB
fin.co.id — Perjalanan tim nasional Afrika Selatan di panggung akbar Piala Dunia harus terhenti pada hari Minggu kemarin. Skuad berjuluk Bafana Bafana tersebut terpaksa angkat koper setelah menelan kekalahan tipis 1-0 dari Kanada pada laga pembuka babak gugur atau babak 32 besar.
Usai pertandingan, pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, memberikan penilaian yang sangat jujur dan terbuka mengenai performa anak asuhnya. Dia mengakui bahwa armada tempurnya masih kekurangan aspek kecepatan serta kekuatan fisik untuk bersaing di level tertinggi. Gawang Afrika Selatan sendiri kebobolan pada masa injury time babak kedua, dan Broos secara ksatria menyebut Kanada memang tampil sebagai tim yang lebih baik.
“Saya pikir kita harus jujur bahwa hari ini, kita kalah karena kurangnya kekuatan dan kecepatan dalam tim kita,” kata Broos pada konferensi pers pasca pertandingan.
Pelatih berusia 74 tahun tersebut melihat adanya jurang pemisah yang cukup lebar ketika membandingkan kualitas fisik antara anak asuhnya dengan para pemain Kanada. Skuadnya seringkali kalah saat beradu fisik di lapangan. Kelemahan ini bukan hanya soal kecepatan berlari, melainkan juga menyangkut efisiensi dan kecepatan dalam mengeksekusi peluang di atas rumput hijau.
“Ketika saya membandingkan kami dengan lawan kami, kami kalah dalam banyak duel dan kecepatan dalam tim kami ... bukan hanya kecepatan berlari, tetapi juga kecepatan eksekusi, tidak sama,” jelasnya.
Broos menambahkan bahwa tim lawan memiliki transisi permainan yang sangat cepat. Hal itu berbanding terbalik dengan anak asuhnya yang seringkali terlihat kebingungan dan membuang banyak waktu saat mengalirkan bola.
“Ketika Anda melihat betapa cepatnya Kanada bermain dan juga membangun serangan mereka, terkadang butuh waktu lama sebelum kami mengambil keputusan.”
Momen kekalahan ini juga Broos manfaatkan untuk mengkritik kompetisi sepak bola domestik di Afrika Selatan, tempat mayoritas para pemainnya merumput. Menurut sang juru taktik, liga lokal belum mampu memberikan bekal pengalaman yang cukup kepada para pemain agar siap menghadapi kerasnya atmosfer sepak bola modern.
“Ini adalah hal-hal yang harus kita kerjakan, dan ini juga yang sudah saya katakan berkali-kali di Afrika Selatan, tetapi tidak ada yang mempercayai saya,” tegasnya.
Broos mengingatkan bahwa peta persaingan sepak bola global saat ini sudah jauh berubah. Teknik yang tinggi saja tidak akan cukup jika sebuah tim tidak memiliki ketahanan fisik dan kecepatan yang mumpuni.
“Sepak bola modern lebih dari sekadar teknik. Sepak bola modern adalah kekuatan dan kecepatan. Jika Anda tidak memilikinya dalam tim Anda, dan Anda bermain melawan tim yang memilikinya, dan itu adalah kualitas besar Kanada, maka akan sulit. Dan kami memang menjalani pertandingan yang sulit.”
Meski harus mengakhiri mimpi lebih cepat, arsitek tim asal Belgia ini menilai capaian Afrika Selatan sebenarnya sudah melampaui target awal. Keberhasilan menembus babak sistem gugur merupakan catatan sejarah tersendiri bagi negara tersebut setelah sekian lama absen dari panggung dunia.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id