Internasional . 23/06/2026, 08:09 WIB

Iran Tegaskan Dialog dengan AS di Swiss Tetap Berjalan Meski Trump Keluarkan Ancaman

Penulis : Afdal Namakule
Editor : Afdal Namakule

fin.co.id -  Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeli Baghaei, menegaskan bahwa proses perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss tidak terganggu oleh ancaman yang dilontarkan Presiden AS, Donald Trump.

Pernyataan tersebut disampaikan Baghaei pada Senin, 22 Juni, menyusul beredarnya laporan yang menyebut delegasi Iran meninggalkan ruang perundingan setelah Trump mengeluarkan ancaman terhadap Teheran.

Pembicaraan teknis antara Iran dan AS yang dimediasi Pakistan dan Qatar berlangsung di resor Burgenstock, Swiss, pada Minggu, 21 Juni.

Pada hari yang sama, Trump melalui platform Truth Social memperingatkan bahwa Washington akan kembali menyerang Iran apabila Teheran tidak menekan sekutunya di Lebanon untuk menghentikan tindakan yang dinilainya "menimbulkan masalah".

Sejumlah media kemudian melaporkan bahwa delegasi Iran keluar dari ruang perundingan dan menolak kembali sebelum Trump menyampaikan permintaan maaf.

Namun, Baghaei membantah bahwa ancaman tersebut menghentikan jalannya komunikasi antar pihak yang terlibat dalam proses negosiasi.

Kepada kantor berita IRNA, ia menjelaskan bahwa sekitar pukul 16.30 waktu setempat atau 20.00 WIB, saat sesi perundingan memasuki jeda singkat untuk konsultasi internal, kabar mengenai pernyataan Trump mulai beredar di media.

Menurut Baghaei, ancaman tersebut memang mendorong delegasi Iran untuk menyatakan tidak akan mengikuti pertemuan empat pihak yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, Qatar, dan Pakistan.

“Namun, para perantara terus bertukar pernyataan,” kata Baghaei.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Wakil Presiden AS JD Vance juga menyampaikan bahwa delegasi Iran tidak meninggalkan meja perundingan. Pernyataan itu berbeda dengan sejumlah laporan publik yang menyebut Teheran siap menarik diri dari proses negosiasi.

Sementara itu, pada malam 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat diketahui telah menandatangani memorandum secara jarak jauh yang mengatur penghentian konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari.

Dokumen tersebut juga memuat tenggat waktu bagi Amerika Serikat untuk mengakhiri blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Di sisi lain, Iran diwajibkan memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz sesuai kesepakatan yang telah dicapai kedua pihak. *

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id