fin.co.id – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, melayangkan kritik tajam dan kecaman keras kepada para pejabat di lingkaran pemerintahan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Kemarahan ini tersulut setelah sejumlah menteri dan tokoh Israel melontarkan kritik terbuka terhadap kesepakatan terbaru antara AS dan Iran. Dengan nada tegas, Vance memperingatkan mereka untuk segera bangun dan menyadari realitas geopolitik yang sedang terjadi.
Saat berbicara kepada awak media di Gedung Putih pada hari Jumat, Wakil Presiden Vance pasang badan membela nota kesepahaman (MoU) yang resmi ditandatangani oleh pihak Amerika Serikat dan Iran pada hari Rabu lalu.
Melalui perjanjian tersebut, kedua negara sepakat memulai masa gencatan senjata selama 60 hari. Selain itu, AS juga mencabut blokade ekonomi terhadap Iran.
Langkah ini membuka jalan bagi Teheran untuk bergabung kembali ke dalam sistem ekonomi global, dengan syarat mereka wajib memenuhi seluruh komitmen yang tercantum dalam MoU tersebut.
Donald Trump Jadi Pembela Tunggal Israel di Panggung Dunia
Kebijakan mencabut blokade Iran ini langsung memicu gelombang protes. Warga Israel, jajaran anggota parlemen dari Partai Republik, serta sejumlah tokoh konservatif di Washington kompak mengecam keputusan tersebut.
Mereka mengkritik Presiden Donald Trump secara terbuka karena menganggap penandatanganan kesepakatan ini sebagai sebuah kekeliruan besar.
Ketika wartawan menanyakan responsnya terkait gelombang kritik tersebut, Vance langsung mengarahkan bidikan kepada anggota kabinet Netanyahu.
Meski tidak menyebutkan nama secara spesifik, ia menyayangkan aksi para pejabat tersebut yang menyerang kesepakatan bilateral sekaligus menyerang pribadi Donald Trump.
"Donald J. Trump merupakan satu-satunya kepala negara di seluruh dunia yang menaruh simpati kepada negara Israel saat ini, dan kebetulan dia memimpin negara adidaya dunia," ujar Vance dengan nada bicara yang meninggi.
Baca Juga
Ia menambahkan sebuah peringatan menohok bagi para politisi di Tel Aviv. "Jika saya berada di dalam jajaran kabinet pemerintahan Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang masih tersisa di seluruh penjuru dunia ini."
Mayoritas Senjata Pertahanan Israel Berasal dari Tangan Amerika
Dalam pernyataan lanjutan, Vance membeberkan fakta mengenai ketergantungan militer Israel terhadap bantuan Washington. Ia mengingatkan bahwa dua pertiga dari total senjata pertahanan yang selama ini melindungi tanah air Israel merupakan hasil rakitan tangan pekerja Amerika dan bersumber dari dana pajak warga Amerika.
Oleh karena itu, Vance meminta para pejabat Israel untuk melihat musuh dan masalah yang sebenarnya secara jernih, alih-alih menyalahkan sekutu terdekat mereka.