News . 19/06/2026, 10:07 WIB
fin.co.id - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sempat mengamankan seorang pria yang belakangan diketahui merupakan anggota intelijen Polda DIY. Insiden tersebut terjadi setelah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi UMY Bergerak kembali ke kampus usai menggelar aksi damai di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Peristiwa itu kemudian menjadi perhatian publik setelah videonya beredar di media sosial. Kampus dan kepolisian pun memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan bermula saat mahasiswa mengikuti aksi damai pada Rabu, 17 Juni 2026.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB tersebut telah memperoleh izin dari pihak kampus. Selain itu, peserta yang mengikuti kegiatan juga didata sebagai bagian dari prosedur pengamanan.
"Mahasiswa yang berangkat harus terdata dengan baik, dan ketika kembali jumlahnya harus sesuai. Itu bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung," kata Zuly dalam keterangan tertulis, Kamis kemarin.
Mahasiswa Curigai Pria Berpakaian Sipil
Setelah aksi selesai sekitar pukul 17.30 WIB, para mahasiswa kembali ke lingkungan kampus. Saat itulah mereka menemukan seorang pria berpakaian sipil berada di area UMY.
Kehadiran pria tersebut memunculkan pertanyaan dari mahasiswa terkait identitas dan tujuan kedatangannya. Setelah dilakukan pengecekan, pria itu diketahui merupakan anggota intelijen Polda DIY.
Mahasiswa kemudian membawa yang bersangkutan ke kawasan Gedung Rektorat untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Menyikapi situasi tersebut, pihak universitas segera turun tangan untuk memediasi agar tidak terjadi eskalasi.
Menurut Zuly, kampus sejak awal mendorong mahasiswa menyelesaikan persoalan melalui komunikasi.
"Saya menekankan kepada mahasiswa bahwa berdialog jauh lebih penting daripada menggunakan kekuatan fisik. Menggunakan akal sehat dan kejernihan pikiran adalah cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa lingkungan akademik harus menjunjung tinggi penyelesaian masalah secara damai.
"Kami mengingatkan mahasiswa bahwa segala bentuk tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan. Kampus harus menjadi ruang yang menjunjung tinggi dialog, etika, dan penyelesaian masalah secara damai," katanya.
Klarifikasi Dilakukan Bersama Kampus dan Polisi
Komunikasi kemudian dilakukan antara mahasiswa, pimpinan universitas, dan pihak kepolisian. Dalam proses tersebut, anggota intelijen yang diamankan memberikan penjelasan mengenai identitas serta tujuan keberadaannya di kampus.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id